4 Kontroversi Gibran Saat Kampanye di Jakarta dan Tangerang

Jakarta – Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam empat kontroversi selama kampanye di Jakarta dan Tangerang pada Minggu dan Senin, 3 dan 4 Desember 2023.

Pada rangkaian kampanyenya di Tangerang dan Jakarta, Gibran mengalami empat kali blunder yang mencuri perhatian.

Kontroversi Pertama

Kontroversi pertama terjadi saat ia membagikan susu gratis di CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, didampingi oleh istrinya, Selvi, pada Minggu (3/12/2023).

Pembagian susu itu dianggap sebagai sosialisasi visi-misi Prabowo-Gibran tentang pemberian makan siang dan susu gratis bagi anak sekolah. Meskipun demikian, aksi ini menuai kritik di media sosial, terutama terkait keberlanjutan gula dalam susu dan isu stunting.

Kontroversi Kedua

Blunder kedua muncul ketika Gibran salah menyebutkan Asam Folat sebagai Asam Sulfat dalam acara Diskusi Ekonomi Kreatif di Jakarta Selatan pada Minggu (3/12).

Pernyataannya mengenai pemeriksaan hamil dan asupan nutrisi anak memicu perdebatan, dengan beberapa netizen meragukan pemahaman Gibran terkait topik tersebut.

Baca juga: Abuya Muhtadi Banten Bantah Dukung Prabowo-Gibran

Kontroversi Ketiga

Kontroversi ketiga terjadi di acara yang sama, di mana Gibran terlihat kurang antusias dalam diskusi, bahkan mengaku ingin pulang karena merasa ngantuk.

Hal ini menciptakan ketegangan, dengan sejumlah peserta acara merasa bahwa Cawapres nomor urut 2 tersebut tidak sepenuhnya terlibat dalam dialog sehat. Video ketidakantusiasan Gibran dalam diskusi tersebut menjadi viral di media sosial, memicu perbincangan luas di antara netizen.

Kontroversi Keempat

Kemudian, kontroversi keempat muncul saat Gibran mengumumkan bahwa diskusi akan berakhir jam 9 malam karena dirinya ingin tidur. Pernyataan ini menuai kritik karena dianggap sebagai tindakan mengabaikan esensi acara diskusi dan meremehkan peserta yang ingin berpartisipasi lebih aktif. Netizen menilai bahwa sikap Gibran yang ingin cepat-cepat tidur tidak sesuai dengan esprit diskusi.

Seiring dengan peristiwa kontroversial tersebut, video-video terkait Gibran telah menjadi viral di berbagai platform media sosial, menciptakan sorotan negatif terhadap Cawapres nomor urut 2. Perbincangan ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan dan pemahaman Gibran dalam menghadapi kampanye serta partisipasinya dalam dialog terbuka dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *