Jakarta – Kaburnya tujuh tahanan narkoba dari Rutan Salemba, Jakarta, berbuntut pada inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Komisi III DPR RI, Kamis siang (14/11/2024). Dalam sidak tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Willy Aditya, menemukan sejumlah fakta dan kejanggalan.
Willy mengungkap bahwa pada saat kejadian, beberapa kamera CCTV tidak aktif, terutama di lokasi tempat para tahanan melarikan diri.
“Kita mendapat laporan bahwa beberapa CCTV tidak aktif, terutama yang berada di belakang, tempat para tahanan kabur,” ujar Willy usai sidak di Rutan Salemba, Kamis (14/11/2024).
BACA JUGA:Â Komisi III DPR RI Gelar Rapat dengan Kejagung, Kasus Tom Lembong dan Ronald Tannur Dibahas
Willy menjelaskan bahwa lokasi kaburnya para tahanan merupakan titik buta atau blank spot. Namun, pihak rutan telah memperbaiki area tersebut.






