RUANGBICARA.co.id, Medan – Suasana duka bercampur amarah menyelimuti keluarga seorang pasien di RSUP H. Adam Malik Medan. Hal itu, terlihat saat pengguna TikTok dengan nama akun @cella1524 membagikan kisah pilu tentang lambatnya respons perawat saat ibunya tengah kritis.
Video yang ia unggah kemudian viral di media sosial dan menuai ribuan komentar penuh simpati dari warganet.
Dalam video berdurasi singkat itu, pemilik akun menceritakan bahwa dirinya telah memanggil perawat hingga sepuluh kali ke ruang perawatan. Namun, tak ada satu pun petugas yang datang membantu sang ibu yang semakin lemah.
BACA JUGA: Pihak RSUP Adam Malik Medan Bantah Tudingan Lambatnya Respons Perawat
“Aku manggil sampai 10 kali ke nurse station, tapi tidak ada yang datang. Sampai aku marah pun alasannya tetap sama: masih telepon dokter, sabar,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah, dikutip Rabu (22/10/2025).
Menurut pengakuannya, sang ibu akhirnya meninggal dunia pada malam yang sama, sebelum ada pertolongan yang datang. Ia mengaku kecewa karena perawat baru muncul ke kamar setelah sang ibu dinyatakan tak bernyawa.
Meski kecewa, pengguna akun @cella1524 menegaskan bahwa keluhannya bukan ditujukan untuk RSUP Adam Malik secara keseluruhan. Ia justru mengapresiasi fasilitas dan pelayanan rumah sakit selama ini.
“Bukan salah RS-nya, RS-nya sudah sangat baik dari fasilitas sampai pelayanan lainnya. Cuma di ruangan terakhir, aku merasa pelayanannya berbeda,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut adanya ketidaksesuaian informasi mengenai pemberian obat dari perawat di ruangan tersebut. Ceritanya pun menimbulkan perdebatan di dunia maya, dengan sebagian warganet meminta pihak rumah sakit untuk mengevaluasi kinerja tenaga medisnya.
Klarifikasi Pihak RSUP
Menanggapi viralnya video tersebut, Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga pasien. Ia menegaskan bahwa tim medis telah melakukan seluruh upaya terbaik selama masa perawatan.
Rosario menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada 31 Mei 2024. Pasien diketahui merupakan pasien berulang yang telah beberapa kali dirawat di RSUP Adam Malik, dan kembali masuk rumah sakit pada 20 Mei 2024 dengan diagnosis kanker serta beberapa penyakit penyerta lainnya.
“Kondisi pasien saat itu lemas dan terlihat pucat,” kata Rosario seperti dikutip Waspadaid, Selasa (21/10/2025).
Selama sepuluh hari perawatan, tim medis telah melakukan berbagai tindakan medis, termasuk transfusi darah dan pemberian obat-obatan khusus. Pasien dirawat oleh Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik dan Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Penyakit Tropik Infeksi.






