RUANGBICARA.co.id – Bagi generasi yang tumbuh di tahun 2012, film 5 cm adalah sebuah kitab suci tentang persahabatan, mimpi, dan nasionalisme. Kutipan, “Letakkan mimpi itu 5 cm di depan keningmu”, menjadi mantra bagi jutaan anak muda saat itu.
Kini, di tahun 2026, kabar mengenai sekuel bertajuk 5 cm: Revolusi Hati hadir dengan sebuah pertanyaan besar: setelah berhasil menaklukkan puncak fisik, mampukah mereka menaklukkan ego di puncak kedewasaan?
BACA JUGA: Jangan Sampai Ketinggalan! 5 Film Paling Dinanti yang Bakal Mengguncang Bioskop Januari 2026
Dari Puncak Semeru ke Puncak Realita
Jika film pertamanya adalah tentang perjalanan vertikal mendaki gunung, Revolusi Hati diprediksi akan menjadi perjalanan horizontal menembus labirin kehidupan orang dewasa.
Kita tidak lagi melihat Genta, Arial, Zafran, Riani, dan Ian sebagai pemimpi yang naif. Di sekuel ini, mereka adalah manusia-manusia yang mungkin sudah lelah dengan rutinitas, terjebak dalam krisis perempat baya (quarter-life crisis), atau bahkan mulai kehilangan makna dari “persahabatan” itu sendiri. “Revolusi Hati” mengisyaratkan adanya perombakan besar dalam cara mereka memandang hidup.
Secara semantik, revolusi berarti perubahan yang cepat dan fundamental. Ada beberapa alasan mengapa judul ini terasa unik:






