RUANGBICARA.co.id – Apa yang lebih buruk daripada gagal dalam wawancara kerja impian? Jawabannya adalah terjebak di tengah serangan teroris saat sedang mengajak anak Anda tur di lokasi wawancara tersebut. Itulah mimpi buruk yang harus dihadapi John Cale (Channing Tatum) dalam film blockbuster arahan sutradara Roland Emmerich, White House Down.
John Cale adalah seorang polisi Capitol yang punya satu ambisi: menjadi agen Secret Service demi membanggakan putrinya yang sangat terobsesi pada politik, Emily. Sayangnya, Cale dianggap “kurang kualifikasi” oleh pihak Gedung Putih.
BACA JUGA: Mengenang Ahn Sung-ki, Wajah Kemanusiaan dalam Sinema Korea
Tak ingin mengecewakan Emily yang sudah ikut bersamanya ke Gedung Putih, Cale membawanya ikut tur wisata keliling kediaman Presiden tersebut. Namun, suasana damai itu hancur dalam sekejap saat sebuah bom meledak di Capitol, disusul dengan penyerbuan teroris bersenjata lengkap ke dalam Gedung Putih.
Gedung Putih jatuh ke tangan kelompok paramiliter yang dipimpin oleh pihak internal yang berkhianat. Di tengah kekacauan, Cale terpisah dari putrinya. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan orang paling dicari di dunia saat itu, Presiden James Sawyer (Jamie Foxx).
Di sinilah keseruan dimulai. Cale yang tak punya otoritas resmi harus bekerja sama dengan sang Presiden yang ternyata cukup mahir memegang senjata, namun tetap kocak, demi bertahan hidup. Mereka harus berlarian di lorong-lorong bersejarah, berkejaran menggunakan mobil kepresidenan “The Beast” di halaman Gedung Putih, hingga menghadapi ancaman peluncur roket.
White House Down adalah definisi “popcorn movie” yang sempurna. Film ini tidak hanya menjual aksi tembak-menembak yang intens, tetapi juga menyelipkan pesan tentang integritas dan kasih sayang seorang ayah.






