RUANGBICARA.co.id – Siapa yang tidak kenal Michelle Ziudith? Wajahnya adalah jaminan air mata di bioskop lewat deretan film box office romantis. Namun, keberaniannya mencoba genre horor baru-baru ini, terutama setelah keterlibatannya dalam proyek intens seperti Alas Roban, ternyata meninggalkan bekas yang cukup dalam. Bukan bekas luka fisik, melainkan “trauma” mental yang membuatnya berkata, “Enggak lagi deh!”
Bagi Michelle, berakting di film drama romantis mungkin melelahkan secara emosional. Namun, horor adalah level yang berbeda. Ia mengungkapkan bahwa atmosfer di lokasi syuting horor sangat menguras energinya.
BACA JUGA: Channing Tatum & Inka Williams Go Public, Beda Usia 19 Tahun Jadi Sorotan
“Kalau di film drama, aku nangis karena patah hati, itu masih ‘manusiawi’. Tapi di horor, aku harus teriak ketakutan, lari-larian tengah malam, dan berhadapan dengan prostetik yang menyeramkan. Belum lagi suasana lokasinya yang memang ‘berat’ secara energi,” curhat Michelle dalam sebuah bincang-bincang santai (7/1/2026).
Pemain film Magic Hour ini mengaku bahwa ia adalah sosok yang cukup sensitif dan penakut di dunia nyata. Memaksa diri untuk masuk ke dalam karakter yang terus-menerus terancam makhluk halus ternyata bukan hal yang mudah baginya.
Ada beberapa poin menarik mengapa Michelle memutuskan untuk “kapok” main horor:






