RUANGBICARA.co.id, Serang – Pasca dicopotnya Subadri Ushuludin dan Achmad Fauzi alias Rully dari jabatan Ketua dan Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banten oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, suhu politik internal partai berlambang Ka’bah di Banten justru kian memanas.
Alih-alih meredam konflik, respons yang ditunjukkan kubu Subadri Cs dinilai berlebihan dan kontroversial. Penolakan terhadap keputusan DPP PPP yang menunjuk Baihaki Sulaiman dan Ida Hamidah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Sekretaris DPW PPP Banten justru diwarnai aksi pengacungan senjata tajam berupa golok dalam sebuah video yang beredar luas.
Aksi tersebut menuai kecaman, lantaran dinilai bukan hanya mencoreng citra partai, tetapi juga berpotensi berujung pada persoalan hukum atau pidana.
BACA JUGA: DPP PPP Tunjuk Baihaki Sulaiman sebagai Plt Ketua DPW PPP Banten
Berdasarkan surat bernomor 295/INT/DPW-PPP/I/2026 tertanggal 30 Januari 2026, Subadri mengundang jajaran Pengurus Harian (PH) DPW PPP Banten untuk menghadiri rapat pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 10.00 WIB di Kantor DPW PPP Banten. Agenda rapat itu secara tegas menyatakan pembahasan sikap penolakan terhadap penunjukan Plt Ketua dan Sekretaris DPW PPP Banten periode 2021–2026.
Namun, fakta di lapangan berkata lain. Undangan tersebut disebut tidak dihadiri oleh Pengurus Harian DPW PPP Banten sebagaimana tercantum dalam surat.
“Apalagi, yang hadir dalam agenda rapat itu bukan pengurus harian DPW sesuai dengan surat undangan yang diedarkan. SK kepengurusan juga sudah habis,” ujar seorang kader PPP Banten yang enggan disebutkan namanya kepada Ruang Bicara, Minggu (1/2/2026).
Situasi kian menjadi sorotan setelah dalam video yang beredar, terlihat jelas sejumlah orang di belakang Subadri mengacungkan senjata tajam.






