Apa Itu Marapthon? Cara Reza Arap Mengubah Streaming Jadi Gerakan Kolektif

RUANGBICARA.co.id – Nama Marapthon kembali ramai diperbincangkan publik. Bukan soal ketidaksukaannya, tetapi banyak yang belum mengetahui apa itu Marapthon?

Marapthon ini sendiri diketahui merupakan program live streaming maraton yang dipopulerkan konten kreator, Reza Arap yang disebut bukan sekadar tontonan hiburan digital, melainkan telah berkembang menjadi sebuah gerakan kolektif yang melibatkan kreator, komunitas, dan penonton dalam satu ekosistem interaksi tanpa batas.

BACA JUGA: Reza Rahadian Debut Sutradara Lewat Film Pangku, Kisah Perempuan di Tengah Gelapnya Pantura

Selain itu, Marapthon juga merupakan gabungan dari kata marathon dan Arap. Konsepnya adalah siaran langsung berdurasi sangat panjang—bahkan bisa berlangsung berhari-hari—yang durasinya ditentukan langsung oleh dukungan penonton melalui donasi dan langganan. Model ini mirip dengan konsep subathon global, namun dikemas dengan karakter khas Reza Arap dan budaya digital Indonesia.

Sebelumnya, Reza Arap pernah mengungkapkan bahwa pada tahun ini, pendekatan Marapthon tidak lagi sepenuhnya berfokus pada live streaming panjang tanpa henti. Ia memilih mengembangkan program-program yang lebih pendek, namun tetap kolaboratif, yang dijalankan di kanal pribadinya bersama teman-teman dan komunitas.

Meski formatnya berevolusi, semangat kolektif Marapthon tetap dipertahankan. Proyek-proyek lain seperti Weird Genius (WG) dan Willnesses juga dipastikan tetap berjalan. Bagi Arap, produktivitas bukan soal bekerja sendiri, melainkan bagaimana membangun ruang kerja bersama.

Marapthon dan Misi Sosial

Salah satu ciri kuat Marapthon adalah keberpihakannya pada misi sosial. Di balik hiburan dan interaksi cair dengan penonton, program ini kerap menjadi medium penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan.

Reza Arap mengungkapkan bahwa dalam perencanaan Marapthon dan program turunannya, terdapat agenda sosial seperti memberangkatkan empat orang untuk menunaikan ibadah haji, membantu guru, mendukung pernikahan, hingga menyalurkan bantuan melalui berbagai foundation.

Baginya, kepuasan terbesar bukan datang dari angka penonton atau durasi streaming, melainkan ketika orang lain ikut merasakan manfaat dari apa yang dikerjakan bersama.

Reza Arap juga menepis anggapan bahwa setiap proyek yang ia jalankan selalu sukses. Ia mengakui banyak bisnis yang pernah gagal. Namun, untuk proyek kreatif seperti Marapthon, ia menekankan satu prinsip utama: kerja dengan hati dan tidak serakah.

Ia menolak dikultuskan sebagai satu-satunya faktor kesuksesan. Menurutnya, tanpa peran teman-teman dan komunitas, Marapthon tidak akan pernah berjalan. “Kalau enggak ada mereka, gua enggak bakal jalanin Marapthon,” tegasnya saat diwawancarai, dikutip Senin (9/2/2026).

Prinsip saling membantu dan tumbuh bersama menjadi fondasi yang membuat Marapthon bukan sekadar konten, melainkan ruang kolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *