RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 berada di kisaran 5,5% hingga mendekati 6% dengan mengandalkan akselerasi belanja negara yang diproyeksikan mencapai Rp809 triliun. Strategi tersebut disiapkan untuk menjaga momentum pemulihan sekaligus memperkuat daya dorong ekonomi sejak awal tahun.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan realisasi belanja pemerintah akan difokuskan pada program prioritas dan dipastikan tersalurkan tepat waktu. Menurutnya, percepatan belanja menjadi kunci menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak, terutama pada awal tahun ketika konsumsi dan investasi mulai meningkat.
BACA JUGA: Awal Pekan, Harga Emas Antam Terkoreksi, Momentum Beli atau Tahan?
“Triwulan pertama ini kita dorong ke arah 5,5% sampai 6%, bahkan mendekati 6%. Seluruh belanja pemerintah yang berhubungan dengan program prioritas akan kita pastikan dibelanjakan tepat waktu,” ujar Purbaya, dikutip Senin (16/2/2026).
Belanja negara tersebut mencakup sejumlah program strategis, antara lain percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, pembayaran THR aparatur sipil negara (ASN) Rp55 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun. Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pada triwulan pertama diproyeksikan mencapai Rp809 triliun.






