RUANGBICARA.co.id – Banyak fans yang sempat ketar-ketir karena jadwal yang bergeser, namun begitu lagu pembuka dimulai, semua kekhawatiran itu hilang. Episode 8 membawa penonton langsung ke jantung kekacauan koloni, di mana strategi dan kekuatan unik menjadi penentu hidup dan mati.
Salah satu sorotan utama episode ini adalah pertemuan antara Yuji Itadori dan Hiromi Higuruma. Penonton diperlihatkan bagaimana Yuji menyaksikan secara langsung kekuatan sang advokat jenius tersebut. Higuruma bukanlah penyihir biasa, karena kekuatannya sangat kental dengan elemen courtroom drama.
BACA JUGA: Profil Linda Ayunda, Penyanyi Simpatik Music yang Sukses Bikin Sholawat Asyghil Makin Menyentuh
Penggunaan Domain Expansion miliknya, “Deadly Sentencing”, menghadirkan nuansa yang sangat berbeda dibandingkan pertarungan sebelumnya dalam Jujutsu Kaisen. Tidak ada adegan baku hantam fisik secara membabi buta di awal, melainkan perdebatan hukum yang dapat merampas teknik kutukan lawan.
Yuji dipaksa masuk ke dalam aturan main Higuruma yang sangat kaku, menunjukkan betapa berbahayanya penyihir yang baru bangkit ini ketika memiliki kecerdasan setingkat pengacara elit.
Di sisi lain koloni, Megumi Fushiguro harus berhadapan dengan Reggie Star, seorang penyihir reinkarnasi dengan gaya nyentrik—termasuk pakaian yang terbuat dari struk belanja. Pertarungan ini membuktikan bahwa Culling Game bukan sekadar soal siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling cerdik.
Reggie menggunakan teknik “Contractual Re-creation”, yang memungkinkannya memanifestasikan objek dari struk atau kuitansi. Menghadapi Reggie, Megumi dipaksa berpikir cepat di bawah tekanan. Duel ini terasa sangat taktis, layaknya permainan catur yang mematikan. Penonton dapat melihat perkembangan karakter Megumi yang kini tampil lebih berani dan dingin dalam mengambil keputusan.
Keputusan untuk menunda episode ini demi menjaga kualitas produksi terbukti sangat tepat. Episode 8 berhasil menaikkan standar ekspektasi penonton untuk episode-episode selanjutnya. Penonton diperlihatkan bahwa penyihir masa lalu (reinkarnasi) memiliki pengalaman tempur luar biasa, sementara penyihir modern seperti Higuruma menghadirkan teknik yang sangat konseptual dan sulit ditembus.






