Lebak – Survei terbaru terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak tahun 2024 telah beredar di media sosial dan berbagai platform berita lainnya.
Survei ini dirilis oleh Lembaga Survei Paradigma Indonesia pada Senin (8/7/2024), memicu berbagai reaksi, termasuk dari Poros Politik Gen Z (PorpoliZ) yang meragukan validitas dan kredibilitas hasil survei tersebut.
Menurut survei tersebut, Hasbi Asyidiki Jayabaya memperoleh tingkat keterpilihan (elektabilitas) 24,5%, diikuti oleh Aef Syaepudin Asy Syadzily dengan 8,4%.
Sementara itu, Faizal Hermiansyah dan Sanuji Pentamarta masing-masing mendapatkan 4,5%. Tingkat keterkenalan Hasbi juga mencapai 75% dan ia disukai oleh 66% pemilih. Nama-nama seperti Aef Syaepudin Asy-Syadzily, Faizal Hermiansyah, dan Sanuji Pentamarta berada di bawah 35%.
PorpoliZ Ragukan Hasil Survei
Ketua PorpoliZ, Ridwanul Maknunah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap hasil survei ini. Ia menyatakan bahwa survei tersebut memiliki sejumlah kejanggalan yang perlu dicermati.
“Kejanggalan itu terlihat dari beberapa nama kompetitor yang tidak mengacu pada perolehan suara di Pemilu 2024 kemarin. Selain itu, ada kerancuan dari nama lengkap tokoh politik yang ada di Lebak dan dominasi nama politisi beken di Lebak yang tidak muncul,” ujar Ridwan dalam keterangan resminya kepada Ruang Bicara, Selasa (9/7/2024).
Ridwan menambahkan bahwa hasil perolehan suara di pileg tentunya mencerminkan elektoral dan pemilih loyal, terutama bagi petahana yang terpilih.
BACA JUGA: No Kotak Kosong! PKS-PSI Siapkan Penantang ‘Trah Jayabaya’ di Pilkada Lebak 2024
“Nama yang ditawarkan ke publik harusnya berdasarkan keterpilihan di Pileg kemarin, terutama banyak petahana yang terpilih kembali. Kami meragukan riset awal yang dilakukan dan mempertanyakan indikator kemunculan nama baru di hasil survei tersebut,” ucapnya.






