RUANGBICARA.co.id – Pemerintah Indonesia secara resmi memulai operasional Sekolah Rakyat di 100 lokasi pada tahun ajaran 2025/2026. Inisiatif pendidikan gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sebagai tahap awal, sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 14 Juli 2025. Sementara itu, 37 titik sisanya akan memulai proses belajar mengajar pada akhir Juli 2025. Program ini menyasar anak-anak yang rentan putus sekolah dan memberikan fasilitas lengkap seperti asrama, laboratorium, hingga layanan makan dan kesehatan secara gratis.
BACA JUGA: Daftar 20 Kota Termacet di Dunia, Bandung Peringkat 12 Kalahkan Jakarta, Dedi Mulyadi Bisa Apa?
Menariknya, dari 100 lokasi yang tersebar di 29 provinsi, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah lokasi Sekolah Rakyat terbanyak. Tercatat ada 18 lokasi di Jawa Timur yang memulai operasional tahun ini. Disusul oleh Jawa Barat dengan 13 titik, Jawa Tengah dengan 9 titik, dan wilayah lainnya tersebar mulai dari Aceh hingga Papua.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa tidak hanya menerima pendidikan akademik formal di siang hari, tetapi juga penguatan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup di malam hari.
Fasilitas yang disediakan sangat memadai, mencakup tempat tinggal, ruang kelas modern, laboratorium, tempat ibadah, fasilitas olahraga, kantin, dan layanan kesehatan. Bahkan, beberapa sekolah menyediakan perangkat pembelajaran berbasis teknologi seperti iPad.
Fokus pada Pendidikan
Selain mengacu pada kurikulum nasional, Sekolah Rakyat juga mengintegrasikan materi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika). Lingkungan belajar kolaboratif dan sistem berasrama mendorong siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan vokasi dan kewirausahaan.
Program Sekolah Rakyat tahun ini menampung total 9.755 siswa yang tersebar dalam 395 rombongan belajar. Pemerintah menargetkan setiap sekolah bisa menampung hingga 1.000 siswa. Dalam jangka panjang, sekolah-sekolah ini akan dibangun secara permanen di atas lahan seluas minimal 8 hektare.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko putus sekolah. “Sekolah Rakyat ini, seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden Prabowo, adalah untuk keluarga yang kurang mampu, keluarga yang punya potensi putra-putrinya putus sekolah, atau bahkan sudah putus sekolah,” jelasnya, dikutip Selasa (15/7/2025).
Seluruh biaya pendidikan, makan, seragam, buku, dan asrama akan ditanggung oleh pemerintah. Namun, untuk menjamin kelangsungan pendidikan siswa, orang tua atau wali wajib menandatangani perjanjian agar anak tetap mengikuti pendidikan hingga lulus.






