Airin Tersenyum, Saat Dimyati Bilang Keluarga Bermasalah Hukum

Dengan nada optimis, Dimyati mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan Banten yang bersih, elok, ramah, dan kuat. Ia menambahkan bahwa untuk mencapai itu, penting untuk mengatasi masalah dalam birokrasi dan kolusi antara oknum birokrasi, pengusaha, dan penegak hukum.

“Kita ingin Banten ini bersih, Banten ini elok, Banten ini ramah, Banten ini kuat, kuat dari permasalahan-permasalahan dari tadi, ketiga kaki yang bermasalah. Tiga kaki itu, diantaranya adalah birokrasi, oknum birokrasi yang bejad, oknum pengusaha yang bejad, apalagi yang dua ini bersekongkol ditambah oleh penegak hukum, maka ini akan bermasalah,” ujarnya.

Harapan

Di tengah pernyataan tersebut, calon Gubernur Banten, Airin Rachmi Diany, terlihat tersenyum. Meskipun isu yang diangkat cukup serius, semangat untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik tetap menjadi fokus dalam debat ini.

Terakhir, Dimyati menutup pernyataannya dengan harapan agar Banten tidak jatuh ke dalam masalah yang sama di masa depan. Ia mengingatkan semua pihak untuk belajar dari pengalaman sebelumnya agar tidak menjadi keledai.

“Banten itu begitu berdiri sebagai provinsi, Gubernur nya bermasalah dari mulai pertama dan berikutnya. Sebab itu, jangan sampai Banten ini jatuh ke lubang yang sama itu namanya jadi keledai,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ditanya Ade Sumardi Soal Pelecehan Seksual, Dimyati: Wanita Jangan Jadi Gubernur

Dengan demikian, debat ini bukan hanya sekadar ajang untuk saling beradu argumen, tetapi juga momen penting untuk merumuskan arah pembangunan dan pemerintahan yang lebih baik di Banten ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *