Akhir Tahun, Ratusan Warga Baduy Jalani Pemeriksaan Kesehatan Bersama Gerakan Mandalawangi Peduli

“Kami berharap pemerintah dapat membantu meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat adat seperti Baduy yang hingga kini masih sulit mendapat fasilitas kesehatan,” ujar Rahmi.

Fasilitas Kesehatan

Tokoh adat Baduy Dalam, Ayah Mursid, mengungkapkan bahwa keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan menjadi kendala utama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Budhi Mulyanto, menegaskan bahwa meskipun Puskesmas relatif dekat, minimnya transportasi dan aturan adat membuat masyarakat sulit menjangkaunya.

“Petugas kesehatan harus berjalan kaki melewati sungai dan bukit untuk mencapai Baduy Dalam. Dukungan fasilitas bagi petugas sangat diperlukan agar pelayanan lebih optimal,” jelas Budhi.

Rendahnya jumlah penerima jaminan kesehatan juga menjadi tantangan. Dari 13 ribu penduduk Baduy, hanya 9 ribu yang memiliki KTP, sehingga pengajuan jaminan kesehatan sulit dilakukan.

“Kemenkes siap memberikan jaminan kesehatan, tetapi masalah data kependudukan masih menjadi kendala,” tambah Budhi.

Masalah Stunting

Masalah stunting juga menjadi perhatian di wilayah Baduy. Tinggi badan warga mungkin tidak sesuai standar, tetapi kecerdasan mereka dinilai cukup baik.

Budhi menekankan bahwa membangun fasilitas permanen, seperti di Binong Raya, hanya mencakup sebagian kecil wilayah. Oleh karena itu, program khusus untuk masyarakat adat dinilai lebih efisien.

BACA JUGA: Segudang Manfaat: Lima Khasiat Mentimun untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

Dengan kolaborasi pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat adat, diharapkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *