Alarm Keras! Belajar dari Kasus Lula Lahfah, Ini Alasan GERD Bukan Maag Biasa!

RUANGBICARA.co.id – Kabar duka yang menyelimuti dunia hiburan terkait berpulangnya Lula Lahfah (23/1) kembali menyorot tajam satu kondisi medis yang kerap dianggap sepele, yakni Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Meski penyebab pasti kepergiannya masih menjadi ranah medis, spekulasi mengenai komplikasi asam lambung yang dialaminya menjadi pengingat pahit bahwa GERD bukan sekadar salah makan atau maag biasa.

GERD sejatinya merupakan alarm tubuh yang sering diabaikan di tengah hiruk-pikuk gaya hidup modern. Berikut ulasan mendalam mengenai penyakit yang kerap dijuluki sebagai “pencuri napas” ini, mulai dari mekanisme terjadinya, gejala yang sering menipu, hingga cara menjinakkannya.

BACA JUGA: Saat Lima Wanita Paling Mematikan di Dunia Bersatu Demi Cegah Kiamat Digital

Apa Itu GERD?

Secara teknis, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terjadi ketika katup antara kerongkongan dan lambung atau Lower Esophageal Sphincter (LES) melemah. Akibatnya, asam lambung yang seharusnya bertugas menghancurkan makanan justru naik kembali ke kerongkongan (refluks) dan mengiritasi dinding kerongkongan yang sensitif.

Lambung memiliki pelindung alami terhadap tingkat keasaman yang sangat tinggi. Namun, kerongkongan tidak diciptakan untuk menghadapi paparan asam tersebut secara terus-menerus.

Gejala GERD yang Sering Menipu

Banyak orang tidak menyadari dirinya mengidap GERD karena gejalanya kerap menyerupai penyakit lain, mulai dari asma hingga serangan jantung. Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Heartburn (Sensasi Terbakar): Rasa panas di dada setelah makan yang sering memburuk saat berbaring.

  • Regurgitasi: Sensasi asam atau pahit yang naik hingga ke pangkal tenggorokan.

  • Sesak Napas dan Dada Berdebar: Asam lambung dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menimbulkan rasa kekurangan oksigen dan memicu kepanikan.

  • Dysphagia: Sensasi ganjalan di tenggorokan atau kesulitan menelan.

  • Batuk Kronis dan Suara Serak: Terjadi akibat asam lambung yang mencapai pita suara dan menimbulkan peradangan jangka panjang.

Mengapa GERD Bisa Berakibat Fatal?

Meski jarang menyebabkan kematian secara instan, GERD yang tidak tertangani dapat memicu komplikasi serius. Salah satunya adalah aspirasi paru, yaitu kondisi ketika asam lambung masuk ke paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan akut.

Selain itu, GERD juga dapat mengakibatkan Barrett’s Esophagus, yakni perubahan sel pada dinding kerongkongan yang meningkatkan risiko kanker. Tekanan gas yang tinggi di area perut juga dapat memberikan beban tambahan pada kerja jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *