Analisis Sentimen Twitter dalam Debat Kelima Capres Pemilu 2024

Pendahuluan

Pada Minggu, 4 Februari 2024, debat kelima calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum 2024 menyita perhatian publik. Melalui utas diakun X/Twitter @ismailfahmi (Founder Drone Emprit), kita dapat melihat bagaimana peta percakapan, sentimen, dan narasi berkembang selama debat. Dalam artikel ini, kami akan menguraikan hasil analisis dengan fokus pada topik-topik utama seperti volume percakapan, sentimen, dan pandangan terhadap masing-masing capres.

Metodologi Analisis

Dalam melaksanakan analisis, sumber utama yang digunakan adalah Twitter/X dengan rentang waktu analisis pada tanggal 4 Februari 2024, pukul 19:00 hingga 22:00. Keywords tertentu digunakan untuk memperoleh data yang relevan.

Sumber: akun X/ismailfahmi.
Volume Percakapan

Selama periode analisis, Anies Baswedan menjadi fokus utama percakapan dengan 160,426 mention (45%), diikuti oleh Prabowo Subianto dengan 100,554 mention (28%), dan Ganjar Pranowo dengan 95,276 mention (27%).

Sumber: X/ismailfahmi
Analisis Sentimen

Melalui analisis sentimen menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang kemudian diperiksa oleh annotator manusia, ditemukan bahwa sentimen positif terhadap Anies Baswedan mencapai 86%, sedangkan Prabowo Subianto memiliki sentimen positif sebesar 43%, dan Ganjar Pranowo mencapai 72%.

Sumber: X/Ismailfahmi
Analisis Jaringan Sosial (SNA)

Dalam jaringan sosial Anies Baswedan, terlihat satu klaster besar berwarna hijau menandakan sentimen positif. Sementara itu, Prabowo Subianto memiliki klaster besar berwarna merah (sentimen negatif), dan Ganjar Pranowo memiliki klaster besar berwarna hijau menandakan sentimen positif.

Sumber: X/ismailfahmi
Opini Terhadap Capres
Anies Baswedan

Positif:

  • Program sosial diapresiasi.
  • Dukungan terhadap Ganjar Pranowo.
  • Bahasa isyarat dalam pembukaan debat diapresiasi.
  • Kritik terhadap Prabowo terkait perekonomian.
  • Apresiasi Anies membahas isu pelecehan seksual terhadap perempuan.

Baca juga: Kinerja Prabowo sebagai Menhan dapat Penilaian Rendah dari Anies dan Ganjar

Negatif:

  • Rencana koalisi dianggap aneh.
  • Program dianggap sudah dijalankan oleh pemerintah.
  • Para pendukung dinilai tidak mencerminkan pemimpinnya.
Prabowo Subianto

Positif:

  • Rencana pembangunan fakultas kedokteran diapresiasi.
  • Gagasan RS modern dinilai mantap.
  • Dinilai paham kondisi dalam dan luar negeri.
  • Penampilan prima dalam debat.

Negatif:

  • Kritik karena selalu setuju dengan Anies.
  • Kritik terkait otak lamban.
  • Dikritik lebih buruk dari Sambo.
  • Kontroversi soal program makan dan susu gratis.
Ganjar Pranowo

Positif:

  • Diapresiasi untuk keberanian mengangkat isu berat.
  • Inklusi perempuan dan disabilitas diapresiasi.
  • Kolaborasi dengan Anies dinilai positif.

Negatif:

  • Blunder terkait revisi UU Cipta Kerja.
  • Terlihat agresif dalam debat.
  • Kritik terkait serangan dalam debat.

Baca juga: Etika dan Tata Cara Debat dalam Islam

Top Akun Terkait Capres

Beberapa akun yang aktif dalam membahas Anies Baswedan antara lain @olpproject, @ismailfahmi, @Riweh_Banget, dan lainnya. Sementara itu, top akun terkait Prabowo dan Ganjar juga turut memberikan kontribusi dalam memperbincangkan debat tersebut.

Sumber: X/ismailfahmi
Kesimpulan

Dalam keseluruhan analisis, Anies Baswedan mendominasi dalam volume percakapan dan mendapatkan sentimen positif yang kuat. Prabowo Subianto menghadapi polarisasi opini dengan sentimen negatif yang signifikan, sementara Ganjar Pranowo mendapat apresiasi untuk keberaniannya mengangkat isu berat. Dengan memahami dinamika percakapan di media sosial, kita dapat melihat bagaimana masing-masing capres direspon oleh publik dan pendukungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *