Sri Mulyani menjelaskan, pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pengingat betapa krusialnya ketersediaan pangan.
Pandemi telah menyebabkan perdagangan global terhenti, memicu banyak negara enggan menjual stok pangan mereka demi memastikan kebutuhan domestik tercukupi. Ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir pun semakin memperburuk situasi kala itu.
Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan program ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas tertinggi pemerintah.
BACA JUGA: Daftar Komoditas Pangan Ekspor Indonesia, Beras Termasuk?
“Pengalaman Covid-19 menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan di masa depan. Kita menjadi makin serius untuk menyebutkan bahwa pangan dan ketahanan pangan itu adalah sesuatu yang luar biasa penting,” ujarnya.






