Jakarta – Ajang bergengsi yang telah lama dinantikan oleh pelaku industri kelistrikan dan energi akhirnya memasuki tahap krusial.
Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2025 kini bersiap melangkah ke fase penilaian awal sebagai bagian dari rangkaian menuju Simposium dan Pameran Kelistrikan Nasional yang akan digelar pada 3–4 Juli 2025 mendatang. Ditambah, ajang ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi barometer prestasi dan inovasi bagi pelaku industri kelistrikan dan energi tanah air.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2015, IBEA telah menjelma sebagai ajang penghargaan paling bergengsi di bidangnya. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang turut serta—bahkan tahun ini tercatat lebih dari 80 kategori kompetisi—IBEA terus menunjukkan peningkatan dalam hal skala, kualitas, dan dampaknya terhadap kemajuan sektor energi nasional.
Memasuki fase krusial, IBEA 2025 menggelar Pemaparan dan Dialog Mekanisme Penjurian secara daring pada Selasa (27/5/2025). Acara ini menjadi penanda dimulainya proses penilaian awal oleh Dewan Juri. Diskusi yang berlangsung hangat ini membahas berbagai hal teknis yang akan menjadi landasan penilaian pada tahun ini.
Kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen kuat dari penyelenggara dan dewan juri dalam menjaga prinsip transparansi dan integritas, dua nilai utama yang selalu dijunjung tinggi sejak IBEA pertama kali dilaksanakan.
BACA JUGA: Masih Andalkan PLTU, RUPTL PLN Dinilai Tak Sejalan dengan Paris Agreement
Penilaian
Menurut Ketua Dewan Juri, Prof. Tumiran, rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan mekanisme dan teknis penilaian agar pelaksanaan berjalan secara efektif dan efisien.
“Rapat ini membahas struktur pelaksanaan penilaian, pembagian tugas juri, serta penyesuaian proses dengan jumlah peserta dan kompleksitas kategori yang meningkat,” ujarnya.
Selain itu, seluruh pihak sepakat bahwa meskipun jumlah peserta dan kategori bertambah, kualitas penilaian tetap menjadi prioritas utama.
“IBEA 2025 akan terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas penilaian,” tegas Prof. Tumiran.
Di samping itu, IBEA 2025 menghadirkan dua kelompok kategori utama, yaitu kategori utama dan kategori spesial, dengan subkategori yang masing-masing memiliki kriteria penilaian berbeda. Oleh karena itu, hal ini dilakukan guna menjamin evaluasi yang adil dan tepat sasaran.






