Apa Itu Kurikulum Berbasis Cinta yang Resmi Diluncurkan Kemenag?

Strategi Implementasi

Untuk penerapan KBC, Kemenag telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Pelatihan daring melalui platform MOOC PINTAR

  • Pelatihan calon pelatih

  • Pemantauan pelaksanaan lewat program MAGIS

  • Sinergi antar unit seperti GTK, PAI, dan Pusbangkom

  • Kolaborasi dengan mitra strategis seperti INOVASI

Secara simbolis, Kemenag juga menyerahkan Panduan KBC kepada para guru. Panduan ini menjadi acuan dalam mengintegrasikan nilai cinta ke dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah dan madrasah.

“Kurikulum ini bukan hanya milik madrasah, tapi milik seluruh bangsa,” kata Dirjen Pendidikan yang utuh harus melibatkan sekolah, rumah, dan masyarakat.

Sebagai penutup, KBC dipandang sebagai kontribusi nyata Kementerian Agama dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Tujuannya adalah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga matang secara spiritual, cinta lingkungan, dan toleran terhadap sesama.

BACA JUGA: Dituding Pungli dan Narkoba, HMI Sebut Kemenag Banten Bobrok hingga Minta Dievaluasi

“Melalui KBC, kita ingin melahirkan generasi yang berpikir dengan cinta, merasa dengan cinta, dan bertindak dengan cinta,” pungkas Prof. Amien Suyitno.

Pada akhirnya, Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya perubahan teknis, tapi sebuah gerakan nilai. Ia hadir untuk menciptakan ruang pendidikan yang mengasah nalar dan menghidupkan nurani—membentuk bukan hanya kepala, tapi juga hati dan karakter bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *