RUANGBICARA.co.id – Munculnya lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Lubang yang dilaporkan terus meluas dalam waktu relatif singkat ini dinilai berpotensi mengancam permukiman warga serta lahan pertanian di sekitarnya. Sebagian pihak menyebut fenomena tersebut sebagai sinkhole, namun tidak sedikit pula yang membantah anggapan itu karena karakteristik geologinya dinilai berbeda.
BACA JUGA: Ratusan Paket Bantuan dan Air Bersih Disalurkan Srikandi BTN Langsung ke Korban Banjir Aceh
Seperti yang dikatakan, Pakar Kebencanaan dan Ahli Geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Nazli Ismail. Ia menyebut bahwa fenomena lubang di Aceh Tengah ini, tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai sinkhole. Menurutnya, sinkhole umumnya terjadi akibat runtuhan tanah di kawasan karst yang tersusun dari batu gamping.
“Jika dilihat secara seksama, itu bukan bagian dari sinkhole. Fenomena sinkhole biasanya terjadi akibat penurunan tanah di daerah karst (batu gamping). Meski Aceh Tengah dan Bener Meriah memiliki area karst, lapisan atas di lokasi kejadian didominasi pasir. Jadi, ini lebih tepat disebut tanah bergerak atau longsoran,” jelas Nazli Ismail, seperti dikutip dari Jurnal Aceh, Jumat (6/2/2025).
Lantas, Apa Itu Sinkhole?
Berdasarkan literatur yang ada, sinkhole secara umum merupakan fenomena runtuhnya permukaan tanah akibat terbentuknya rongga di bawah tanah. Rongga ini terbentuk karena proses pelarutan atau pengikisan material tanah oleh air dalam jangka waktu tertentu. Ketika rongga tersebut tidak lagi mampu menopang beban di atasnya, permukaan tanah pun amblas secara tiba-tiba.
Fenomena sinkhole lazim ditemukan di wilayah dengan tanah lempung, lanau, atau pasir lepas, terutama di kawasan karst yang didominasi batuan kapur. Material tersebut relatif mudah larut oleh air, sehingga berisiko membentuk ruang kosong di bawah permukaan tanah.
Namun, kondisi geologi Aceh Tengah dinilai berbeda. Wilayah ini didominasi oleh tanah vulkanik yang cenderung lebih padat dan stabil dibandingkan tanah karst. Hal inilah yang membuat kemunculan lubang besar di Pondok Balik menarik perhatian para ahli, karena terjadi di daerah yang selama ini tidak dikenal sebagai zona rawan sinkhole. Minimnya literasi publik mengenai perbedaan karakteristik jenis tanah kerap memicu salah tafsir terhadap fenomena geologi yang terjadi.






