Kariernya sebagai pengacara pun dirintisnya dari bawah. Jasa hukumnya pun berjalan dari satu kasus ke kasus lainnya. Seiring waktu, kiprah pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Bang Yek ini pun semakin matang dalam beracara.
Kasus-kasus besar sudah pernah ditangani. Sebut saja misalnya skandal Bank Bali yang terjadi di tahun 1999, kasus tindak pidana korupsi penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya, kasus Bulog, kasus mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh, dan masih banyak kasus-kasus besar lainnya.
Meski memiliki track record baik sebagai pengacara di Jakarta, Bang Yek tetap membumi. Tak ada kesan sombong yang melekat pada dirinya. Justru sebaliknya, ia kerap membantu memberikan solusi kepada masyarakat Pidie yang ada di perantauan.
Wajar jika sosoknya begitu disegani dan dihormati. Dan itu terlihat jelas saat digelarnya acara buka puasa dan santunan anak yatim piatu bersama Keluarga Ureung Pidie (KUPI) di Halim, Jakarta, kemarin.
Belakangan diketahui bahwa acara buka puasa bersama tersebut berlangsung sukses karena ada “sentuhan” Bang Yek di dalamnya. Dia pun enggan menyebut berapa biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan acara buka puasa kali ini.
“Saya ingin bahwa apa yang saya berbuat ini adalah milik mereka juga. Allah titip harta ke saya dan saya salurkan kembali. Jadi sebenarnya bukan milik saya. Tapi kehadiran saya di sini penting, karena saya dianggap tokoh, makanya saya berbuat sebagai seorang tokoh,” ucapnya.
BACA JUGA: Dikepung Banjir, BPBD Jaktim Kerahkan Lima Perahu Karet untuk Evakuasi Warga
Menurut Bang Yek, ciri seorang tokoh itu harus mampu berbuat sesuatu yang lebih dari orang lain.
“Kita harus bisa berbuat baik dan mau berkorban,” tegasnya.






