Kejujuran dan Integritas
Lebih lanjut, Soplanit menekankan bahwa kejujuran, integritas, komitmen, dan loyalitas adalah nilai utama yang dipegang teguh oleh Malut United. Menurutnya, pemecatan ini merupakan bagian dari langkah tegas menjaga nilai-nilai tersebut.
“Kejujuran adalah nilai utama kami, di samping integritas, komitmen, dan loyalitas,” ujarnya.
Meskipun baru berusia dua tahun, Malut United telah mencetak berbagai pencapaian positif di sepak bola nasional. Klub ini juga aktif menjalankan misi sosial dan fokus mengembangkan pemain usia dini di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
“Dua tahun ini kami belum berbisnis sama sekali. Kami fokus membangun branding klub dan menyiapkan infrastruktur sebagai klub profesional. Setelah itu, baru kami pikirkan pengembangan bisnis,” jelas Soplanit.
Soplanit berharap pernyataan resmi ini mengakhiri berbagai polemik yang muncul di publik. Ia menyatakan bahwa Malut United kini siap menatap musim kompetisi baru yang tantangannya jauh lebih berat.
“Kami akan fokus menghadapi musim depan. Semua klub tentu ingin menjadi juara, dan kami harus lebih siap,” tandasnya.
BACA JUGA: Mengapa Tim Besar seperti Persija dan Persebaya Tak Ikut Piala Presiden 2025?
Pemecatan ini sekaligus mengakhiri kerja sama resmi antara Malut United dengan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena. Meski begitu, manajemen tetap mengakui peran besar keduanya dalam membawa klub naik ke kasta tertinggi Liga Indonesia






