Dukungan
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa pengembangan rute ke Tangerang merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk memperluas layanan transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau bagi masyarakat.
Peluncuran ini juga sejalan dengan rencana aksi Quick Wins program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
“Trayek ini kami yakin akan sangat diminati, dengan panjang lintasan mencapai 59,7 km dan 26 halte yang akan dilalui. Karena tingkat kepadatan di jalur ini cukup tinggi, maka disiapkan 24 bus yang akan melayani 60 perjalanan setiap hari. Dengan demikian, interval waktu antarbus sekitar 20 menit,” jelas Pramono Anung.
Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong perluasan layanan transportasi lintas wilayah. Ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas layanan TransJakarta serta moda transportasi lainnya seperti MRT Jakarta dan LRT.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih mudah, berkualitas, dan terjangkau.
“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Direktur Utama Transjakarta untuk mempersiapkan Transjabodetabek dengan rute ke Bekasi, Depok, Bogor, dan sebagainya. Termasuk menghubungkan daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau, bahkan kawasan yang dianggap elit dan tertutup juga akan kami sambungkan,” tambah Pramono.
Saat ini, Transjakarta tengah melakukan uji coba enam rute alternatif Transjabodetabek secara bertahap. Rute tersebut meliputi Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan, Sawangan–Lebak Bulus, Vida Bekasi–Cawang, Karawaci–Grogol, Grand Wisata Bekasi–Cawang, dan Bojong Gede–Kampung Rambutan.
BACA JUGA: Bahan Baku Impor Masih Dominan, Industri Lokal Ogah Kehabisan Produksi Ompreng MBG
Dengan adanya uji coba ini, diharapkan layanan transportasi publik di wilayah Jabodetabek semakin berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.






