RUANGBICARA.co.id – Film Abadi Nan Jaya, karya terbaru sutradara Kimo Stamboel, ramai disebut-sebut sebagai film zombie Indonesia terbaik. Klaim ini muncul usai penayangan perdana film tersebut di platform Netflix, yang langsung menuai pujian dari berbagai kalangan penonton dan pengulas film.
Dalam kanal YouTube Cine Crib, film ini direview dengan antusias. Menurutnya, Abadi Nan Jaya menjadi film zombie Indonesia paling “proper” dari segi teknis hingga cerita.
BACA JUGA: Bertahan Hidup atau Mati? Ini 25 Rekomendasi Film Survival yang Paling Gila dan Realistis
“Kalau dilihat dari belakang memang enggak ada sih film zombie yang dibuat sebaik ini. Ini baik banget,” ujarnya.
Ia menambahkan, film ini berhasil memadukan konsep zombie dengan unsur budaya lokal Indonesia secara natural.
Film ini bercerita tentang keluarga pengusaha jamu yang terlibat konflik internal dan harus bertahan hidup di tengah wabah zombie. Meski jalan ceritanya terbilang sederhana, namun Kimo Stamboel sukses menampilkan tensi dan aksi yang intens sepanjang film.
“Ceritanya simpel tapi enggak konyol. Semua elemen khas film zombie dieksekusi dengan baik,” kata video tersebut.
Ia juga menilai penggunaan latar pedesaan sebagai lokasi utama membuat film ini terasa autentik. “Pintar banget, dia ngakalin budget tapi tetap terlihat besar. Lokasinya luas, shot-nya lebar, dan zombie-nya niat semua,” tambahnya.
Unsur Lokal
Yang membuat Abadi Nan Jaya semakin menarik adalah cara Kimo menghadirkan unsur lokal dalam cerita. Mulai dari adegan pembuka yang menampilkan acara sunatan dan dangdutan di pinggir sawah hingga momen kacau saat zombie menyerang.
“Acara sunatan dilabrak zombie, itu kapan lagi coba? Di film luar enggak bakal kepikiran. Ini film Indonesia banget,” ujar dia sambil tertawa.
Selain itu, film ini juga menampilkan berbagai simbol budaya Indonesia lainnya, seperti truk tahu dan masjid yang menjadi lokasi konflik. Semua elemen tersebut membuat film ini terasa dekat dengan penonton lokal.
Dari segi teknis, film ini mendapat banyak pujian. Mulai dari tata rias zombie, efek darah, hingga koreografi perkelahian dinilai sangat rapi dan realistis.
“Praktikal effect-nya terutama darah dan make up-nya sudah enggak kelihatan murahan sama sekali, Kimo membuktikan kalau film zombie Indonesia bisa tampil dengan kualitas internasional,” jelasnya.






