4. Distribusi Beban yang Merata
Tekanan ban yang tidak merata di seluruh roda menyebabkan distribusi beban kendaraan menjadi tidak seimbang. Ban yang terlalu kempis menanggung beban lebih banyak, sementara ban dengan tekanan normal bekerja lebih ringan.
Ketidakmerataan ini menciptakan hambatan dalam pergerakan kendaraan, yang berujung pada konsumsi bahan bakar yang meningkat. Dengan tekanan udara yang seimbang di keempat ban, distribusi beban menjadi merata, mengurangi kerja ekstra mesin dan membuat perjalanan lebih hemat bahan bakar.
5. Mengurangi Keausan Ban dan Pengeluaran Tambahan
Ban yang kekurangan tekanan juga cenderung aus lebih cepat. Karena gesekan dengan jalan meningkat, ban mengalami kerusakan lebih cepat dari yang seharusnya.
Ban yang aus tidak hanya mengancam keselamatan tetapi juga memaksa pemilik kendaraan mengganti ban lebih cepat, yang menambah biaya yang seharusnya bisa dihindari. Menjaga tekanan ban yang optimal membantu memperpanjang umur ban, menghindari pengeluaran tambahan, serta mempertahankan efisiensi bahan bakar.
BACA JUGA:Â Kabel Mobil Jadi Korban Tikus? Ini Penyebabnya dan Cara Mencegahnya
Tekanan ban yang tepat sangat penting dalam menjaga efisiensi bahan bakar kendaraan. Ban yang kurang angin menyebabkan peningkatan gesekan, tahanan gulir, dan menurunkan stabilitas kendaraan, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan konsumsi BBM.
Oleh karena itu, memeriksa tekanan ban secara rutin dan menyesuaikannya dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah yang penting untuk menjaga performa kendaraan dan menghemat bahan bakar. Jadi, jangan anggap sepele tekanan ban! Sedikit usaha dalam memeriksa dan menjaga tekanan ban dapat membuat perjalanan Anda lebih efisien, aman, dan hemat.






