Bendungan Karian Butuh Dana Rp 500 M

LebakBendungan Karian, yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, membutuhkan dana Rp 500 miliar untuk pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional. Sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia, Bendungan Karian akan memasok air minum untuk Banten dan DKI Jakarta.

Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa proses pematenan Bendungan Karian membutuhkan dana fantastis sekitar Rp 400-500 miliar untuk SPAM Regional. Dana tersebut akan digunakan pasca kajian dan analisis.

“Dalam pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi dan Pusat akan membantu melalui APBN,” kata Iwan pada Selasa, (16/1/2024).

Baca juga: Diresmikan Presiden Jokowi, Waduk Karian Siap Beroperasi

Iwan menegaskan kontrak dengan Dirjen Sumber Daya Air RI telah dilakukan untuk memastikan kelancaran pematenan. Bendungan Karian akan menjadi penyuplai air untuk Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Provinsi DKI Jakarta.

Dengan luas genangan 1.740 hektare dan volume tampung 314,7 juta meter kubik, Bendungan Karian akan difungsikan sebagai penyedia air baku melalui Karian-Serpong Conveyance System (KSCS) untuk wilayah Jabodetabek.

Iwan menyebut anggaran pematenan SPAM ditentukan berdasarkan kajian dengan Kementerian PUPR. Meskipun awalnya APBD membiayai SPAM, kekhawatiran akan kekurangan dana membuat pemerintah pusat diminta membantu pembiayaan.

Bendungan Karian juga menjadi potensi wisata di Kabupaten Lebak dengan keindahan alamnya, menjadi daya tarik agrowisata di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *