Bicara Al Zaytun, Said Aqil Siradj: Negara Tidak Boleh Kalah

JakartaPondok Pesantren Al Zaytun dinilai bisa melahirkan gerakan yang radikal, ekstrem bahkan intoleran oleh Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siradj.

Said Aqil Siradj menyatakan bahwa Al Zaytun sebagai komunitas dan ekosistem tertutup serta eksklusif harus diperiksa karena memiliki gaya hidup yang terpisah dari masyarakat umum.

Menurut Said Aqil, Al Zaytun yang tertutup dan eksklusif memungkinkan adanya kamuflase untuk menggerakkan tata nilai radikal, ekstrem, dan intoleran. Ia mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi embrio gerakan anti-NKRI, terutama dengan latar belakang dan perilaku pimpinan pesantren yang memiliki kaitan dengan NII (Negara Islam Indonesia) dan sejumlah fakta terkait gerakan, jejaring, dan alumni pesantren tersebut.

Baca juga: Soal Al Zaytun, Mahfud MD: Kita Proses Panji, Bukan Ponpesnya

Said Aqil memberikan penjelasan

Said Aqil menyoroti bahwa fenomena Al Zaytun harus dievaluasi dengan lebih mendalam, karena proses indoktrinasi di sana mencurigakan sebagai gerakan anti Pancasila dan NKRI.

“Saat kamu melihat bungkus rapi pembelajaran formal berkurikulum pemerintah dan pembelajaran agama, hati-hati karena itu bisa saja kamuflase semata,” ucapnya. Said Aqil menegaskan, “Negara tidak boleh kalah dari sindikasi Al Zaytun.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *