Jakarta – Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta maaf atas pernyataannya terkait aksi teror kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo. Komentar Hasan, yang menyebut “Dimasak aja,” menuai kritik dan dianggap tidak berempati terhadap insiden tersebut.
Hasan menjelaskan bahwa ucapannya bukan untuk merendahkan siapa pun, melainkan untuk mengecilkan dampak teror tersebut.
“Saya enggak tahu apa yang dia maksud, tapi saya rasa saya tidak dalam posisi minta maaf untuk itu. Saya tidak mentertawakan, tidak meledek, dan tidak merendahkan. Justru kita berdua—saya dan Tempo—sedang merendahkan si peneror,” ujar Hasan di podcast kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (25/3/2025).
BACA JUGA: Siapa di Balik Teror Tempo? Publik Menanti Jawaban dari Polri
Ia juga mempertanyakan logika permintaan maaf yang diarahkan kepadanya. Menurutnya, sikapnya yang mengecilkan peneror sejalan dengan sikap Tempo yang juga tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap aksi tersebut.
“Saya mengecilkan peneror, Tempo juga mengecilkan peneror. Lalu, kenapa saya harus minta maaf? Minta maaf ke siapa? Minta maaf ke peneror?” lanjutnya.






