Optimisme tersebut turut sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat total pembiayaan alat berat nasional mencapai Rp46,73 triliun per Maret 2025, tumbuh 8,05% secara tahunan (year-on-year).
Untuk menjaga portofolio tetap sehat, BRI Finance menerapkan lima strategi utama, yakni seleksi ketat calon debitur, pemantauan portofolio secara berkala, pendekatan proaktif kepada nasabah, diversifikasi pembiayaan, serta penguatan strategi collection.
Sepanjang semester I/2025, BRI Finance membukukan total aset sebesar Rp6,63 triliun, dengan komposisi pembiayaan investasi mencapai Rp1,39 triliun, pembiayaan modal kerja Rp107,65 miliar, pembiayaan multiguna Rp3,81 triliun, serta sewa operasi Rp35,52 miliar. Kinerja tersebut juga didorong oleh meningkatnya aktivitas industri alat berat nasional.
Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat pada semester I/2025 mencapai 4.460 unit, tumbuh 33,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Permintaan terbesar datang dari sektor agrikultur dan kehutanan, yang masing-masing berkontribusi 40% dan 45% terhadap total pasar.
Selain fokus pada pembiayaan alat berat, BRI Finance juga terus memperluas akses pembiayaan kendaraan bermotor (KKB) dengan penawaran kompetitif. Untuk mobil baru, perusahaan menghadirkan promo bunga mulai 0% dengan tenor 6–12 bulan, sedangkan untuk mobil bekas dan sepeda motor masing-masing ditawarkan mulai 0,8% dan 0,7% per bulan.
BACA JUGA:Â Klarifikasi Mantan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan Dinilai Janggal
Dengan kombinasi strategi pembiayaan yang adaptif dan dukungan kuat dari BRI Group, BRI Finance terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pembiayaan yang berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.






