Bukan Lebay, Layoff Mendadak Bisa Picu 10 Dampak Psikologis Serius Ini

Kehilangan label profesi sering membuat seseorang merasa kehilangan arah hidup.

3. Penurunan Harga Diri (Self-Esteem)

Meski alasan layoff sering kali murni karena kondisi perusahaan, korban tetap merasa ditolak secara personal. Mereka mulai meragukan kemampuan diri, merasa tidak cukup kompeten, bahkan membandingkan diri dengan rekan kerja yang masih bertahan.

4. Survivor’s Guilt

Dalam kasus layoff massal, muncul perasaan campur aduk. Ada rasa bersalah karena meninggalkan rekan kerja dengan beban lebih berat, tapi juga bisa muncul iri, marah, dan sedih sekaligus. Emosi ini sering membingungkan dan melelahkan secara mental.

5. Kecemasan Antisipatif (Anticipatory Anxiety)

Ketidakpastian masa depan memicu kecemasan yang terus-menerus. Pikiran soal tagihan, biaya hidup, stigma sosial, hingga sulitnya mencari kerja baru bisa menyebabkan insomnia, gelisah berkepanjangan, dan stres kronis.

6. Gejala Depresi

Banyak korban layoff mengalami kehilangan motivasi, menarik diri dari hal-hal yang dulu menyenangkan, serta perubahan pola tidur dan makan. Perasaan tidak berdaya dan terjebak dalam situasi yang tak bisa dikendalikan menjadi pemicu utama depresi.

7. PTSD Ringan (Trauma Psikologis)

Jika proses pemecatan dilakukan secara tidak manusiawi—misalnya akses kerja langsung diputus tanpa dialog—hal ini dapat meninggalkan trauma psikologis. Notifikasi email, panggilan HR, atau berita ekonomi bisa menjadi trigger kecemasan di kemudian hari.

8. Penarikan Diri dari Lingkungan Sosial

Rasa malu dan takut dihakimi membuat sebagian korban layoff memilih mengisolasi diri. Pertanyaan sederhana seperti “Sekarang kerja di mana?” terasa sangat menekan, meskipun sering kali hanya ada di pikiran sendiri.

9. Kemarahan dan Kepahitan

Perasaan dikhianati oleh perusahaan yang dulu diperjuangkan bisa berubah menjadi kemarahan mendalam. Jika tidak dikelola, emosi ini dapat berkembang menjadi sinisme terhadap dunia kerja dan relasi profesional.

10. Decision Fatigue (Kelelahan Mengambil Keputusan)

Stres berat akibat layoff menguras energi mental. Akibatnya, keputusan kecil—mulai dari memilih makanan hingga menentukan langkah karier—terasa sangat melelahkan dan membingungkan.

Dengan demikian, para ahli menekankan bahwa dampak psikologis akibat layoff adalah reaksi manusiawi, bukan bentuk kelemahan. Mengakui rasa sedih, marah, dan cemas justru menjadi langkah awal untuk pulih.

BACA JUGA: Jangan Panik Saat Kena PHK, Lakukan 7 Hal Ini untuk Menyelamatkan Mentalmu

Jika tekanan mental terasa semakin berat, mencari dukungan—baik dari keluarga, komunitas, maupun profesional—bukanlah hal yang memalukan. Layoff mungkin mengakhiri satu bab kehidupan, tetapi bukan akhir dari nilai dan harga diri seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *