Bukan Sekadar Alat Rumah Tangga, Samsung Sulap Bespoke AI Jadi Home Companion

RUANGBICARA.co.id, Las Vegas — Samsung Electronics Co., Ltd. menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi di kategori Digital Appliances (DA) dengan memperkenalkan visi besar Bespoke AI sebagai Home Companion di ajang CES 2026, Las Vegas, Rabu (8/1/2026). Melalui pendekatan ini, Samsung ingin menghadirkan perangkat rumah tangga yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar-benar memahami kebutuhan penggunanya.

Selain itu, visi tersebut hadir di tengah tren global yang semakin menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai elemen utama dalam ekosistem connected living atau hunian terhubung.

BACA JUGA: Samsung Pamer TV Super Cerdas, Bisa Pahami Kebiasaan Pengguna

Dalam sesi Deep Dive CES 2026, Head of DA Business Samsung Electronics, Cheolgi Kim, menjelaskan bahwa perangkat Bespoke AI kini terhubung secara mulus melalui platform SmartThings. Dengan begitu, perangkat rumah tangga Samsung berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi Home Companion yang aktif mendampingi kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, perangkat Bespoke AI juga diperkuat dengan teknologi pengenalan suara Bixby, layar interaktif, serta kamera. Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan perangkat untuk melihat, mendengar, dan memahami kebiasaan pengguna, sehingga mampu merespons secara proaktif dan adaptif.

Menariknya, kemampuan ini tidak hanya terbatas pada perangkat rumah tangga. Sebaliknya, integrasi juga meluas ke TV dan perangkat mobile Samsung, sehingga membentuk ekosistem AI yang saling terhubung dan bekerja secara harmonis.

Cheolgi Kim menegaskan bahwa pengembangan Bespoke AI berangkat dari tujuan yang lebih besar, yakni meningkatkan kualitas hidup pengguna.

“Tujuan utama Samsung adalah mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik melalui Bespoke AI,” ujar Cheolgi Kim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ekosistem Samsung yang luas, mulai dari ponsel, TV, hingga perangkat rumah tangga dengan beragam form factor, memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus menciptakan nilai tambah dari setiap interaksi pengguna.

Strategi Regional

Sementara itu, Head of R&D DA Business Samsung Electronics, JS Moon, mengungkapkan bahwa Samsung menerapkan strategi regional untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam pada 2026.

Di Amerika Utara, misalnya, form factor inovatif seperti Bespoke AI Laundry Combo terus mencatat pertumbuhan positif. Selain itu, paket dapur terbaru dengan desain stainless steel yang seragam diproyeksikan akan semakin diminati konsumen di kawasan tersebut.

Berbeda dengan Amerika Utara, pasar Eropa menempatkan efisiensi energi sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, Samsung menghadirkan mesin cuci Bespoke AI yang hingga 65 persen lebih hemat energi dibandingkan standar minimum kelas A, serta solusi HVAC dan perangkat dapur built-in yang memenuhi standar keberlanjutan ketat.

Di sisi lain, Amerika Latin terus menunjukkan pertumbuhan kuat, terutama untuk kategori mesin cuci dan penyejuk udara. Sementara itu, Asia menjadi pasar potensial berkat meningkatnya minat terhadap ekosistem smart home dan fitur AI yang disesuaikan secara lokal.

Sebagai contoh, Samsung menghadirkan dukungan bahasa regional serta memperluas fitur AI Energy Mode, sehingga perangkat lebih relevan dengan kebiasaan dan kebutuhan pengguna di tiap negara.

“Karena itu, kami akan terus menyempurnakan fitur regional dan memperluas fitur AI utama ke lebih banyak segmen harga dan jenis produk,” kata Moon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *