AE tampak mulai goyah. Dengan skor 2-0, mereka mencoba membawa Yve dan Cici untuk mencuri poin. Namun, Aurora Gaming memberikan pelajaran tentang disiplin teamfight. Zhuxin dari Yue kembali dilepas, dan itu menjadi kesalahan fatal bagi AE.
Hasil: Rora 15 – 2 AE
Skor 15-2 menjadi bukti betapa rapatnya pertahanan Aurora. Chou dari Light berkali-kali melakukan pick-off penting yang membuat AE kehilangan ritme sejak early game.
Game 4: Penentuan Sang Juara
Di ambang kekalahan, AE mencoba melakukan all-in dengan membawa Yi Sun-shin (YSS) andalan Yazukee. Namun, Aurora Gaming sudah berada di atas angin. Zetian di tangan Yue dan Harith di tangan Domengkite menjadi duet maut yang tak terhentikan.
Hasil: Rora 17 – 7 AE
Meski AE memberikan perlawanan lebih gigih dibanding gim ketiga, kombinasi Leomord dan Lapu-lapu dari Aurora terlalu perkasa. Tepat saat base AE hancur, Aurora Gaming PH resmi dinobatkan sebagai Juara M7 World Championship 2026.
Kemenangan 4-0 ini bukan sekadar keberuntungan. Aurora Gaming PH menunjukkan bahwa mereka selangkah lebih maju dalam hal draft pick dan penguasaan hero-hero meta terbaru seperti Zhuxin, Sora, hingga Zetian. Di sisi lain, Alter Ego yang sudah berjuang luar biasa sepanjang turnamen harus mengakui keunggulan mekanik dan makro tim Filipina di babak final.
BACA JUGA:Â WEF Dukung Penuh Ocean Impact Summit 2026 di Bali






