Buntut Korupsi Basarnas, KPK Periksa Pimpinan Dua Perusahaan

Berbeda dengan Kasus Korupsi Eks Kepala Basarnas

Jakarta – Pimpinan dua perusahaan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan korupsi pengadaan truk Basarnas.

Dugaan korupsi tersebut terjadi pada pengadaan truk angkut personel dan rescue carrier vehicle tahun 2014 di Basarnas.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menjelaskan, keduanya dimintai keterangan terkait pengetahuan dan keikutsertaan dalam lelang proyek pengadaan di Basarnas.

Baca Juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Staf Ketua KPK Firli Bahuri

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait keikutsertaan perusahaan para saksi dalam lelang proyek pengadaan di Basarnas RI,” kata Ali, Senin, (14/8/2023).

Ali menerangkan dua orang saksi tersebut, yakni Direktur Utama PT Dipta Safari Jaya Tandiono Sinaryudo dan Direktur PT Omega Raya Mandiri Loveray Stanly Rayco Sanger.

Keduanya telah diperiksa penyidik KPK pada Jumat (11/8/2023) di Gedung Merah Putih KPK.

Namun, Ali belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai peran kedua saksi.

Hal itu baik secara perorangan maupun korporasi, dalam proyek pengadaan barang tersebut.

Sebelumnya, KPK mengumumkan telah memulai penyidikan baru kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Basarnas tahun 2014.

“Betul, saat ini KPK telah membuka penyidikan baru adanya dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara di lingkungan Basarnas RI tahun 2012 hingga 2018 berupa pengadaan truk angkut personel dan rescue carrier vehicle tahun 2014,” kata Ali Fikri.

Baca Juga: KPK Ungkap Kasus Baru Dugaan Korupsi di Basarnas

Berbeda dengan Kasus Korupsi Eks Kepala Basarnas

Ali juga menambahkan bahwa kasus ini berbeda dengan perkara dugaan korupsi mantan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Penyidik lembaga antirasuah telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kami sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka di Basarnas yang merupakan institusi sipil dan saat ini pengumpulan alat bukti masih kami lakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Meski demikian, Ali Fikri belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai profil lengkap para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dia mengatakan profil tersangka, uraian perkara, perbuatan hukum, dan pasal yang disangkakan akan disampaikan setelah proses penyidikan rampung.

KPK juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk melakukan cegah ke luar negeri terhadap tiga orang terkait penyidikan dugaan korupsi Basarnas.

Pemberlakuan cegah terhadap tiga orang tersebut berlaku hingga Desember 2023 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar