Burhanuddin Muhtadi Singgung Bahaya Dinasti Politik di Banten

JakartaBurhanuddin Muhtadi, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengungkapkan keprihatinannya terkait bahaya dinasti politik di Provinsi Banten.

Dalam sebuah podcast di Youtube Abraham Samad, ia menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kasus dinasti politik yang dapat merugikan, khususnya di wilayah tersebut.

“Pertama memang masalah awareness tahu atau tidak kasus dinasti politik di Banten, di Sulawesi Selatan, yang koruptif,” ujarnya, dikutip Selasa (19/12/2023).

Burhannudin memberikan contoh konkret terkait dinasti politik di Banten, di mana calon politik berasal dari keluarga yang mencalonkan diri melalui partai yang berbeda-beda, namun berhasil memenangkan pemilihan.

“Ada misalnya calon di Banten ayahnya nyalon melalui partai A istrinya nyalon melalui partai B anaknya nyalon melalui partai C menang tiga-tiganya,” jelas dia.

Baca juga: Gus Romi Ungkap Upaya Politik untuk Cegah Ganjar-Mahfud Lolos Putaran Pertama

Ia menekankan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap fenomena ini untuk menghindari dampak negatif yang mungkin timbul.

“Nah ini kan perlu awareness, Rising awareness, nah kemudian yang kedua ya harus disebutkan,” imbuh Burhanuddin.

Selain itu, Guru Besar tersebut juga mengaitkan maraknya dinasti politik dengan potensi gangguan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Faktanya misalnya korupsinya semakin banyak kalau dinasti politik itu marak, pertumbuhan ekonominya terganggu,” ucap Burhanuddin.

Menurutnya, masyarakat, terutama kelas menengah bawah, perlu lebih banyak informasi tentang konsekuensi negatif yang mungkin timbul dari praktik dinasti politik.

“Nah saya menduga kelas menengah bawah itu enggak terinformasi soal itu, jadi politik Wani piro gitu kan akhirnya beres,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *