RUANGBICARA.co.id – Selama bertahun-tahun, publik disuguhi potret keluarga Beckham sebagai simbol keharmonisan, kerap tampil kompak di barisan depan pekan mode dunia. Namun, citra tersebut kini retak setelah putra sulung David dan Victoria Beckham, Brooklyn Beckham (26), mengungkap kenyataan pahit melalui unggahan Instagram Story miliknya.
Dalam unggahan tersebut, Brooklyn secara terbuka menuding kedua orang tuanya bersikap manipulatif dan terlalu terobsesi pada kontrol. Ia mengungkapkan bahwa sikap tersebut telah berdampak serius pada kehidupan pribadinya, termasuk rumah tangganya dengan sang istri, Nicola Peltz.
BACA JUGA: Menanti Sebuah Debut dari Pemain Anyaran Baru Manchester City, Marc Guehi yang Dikontrak hingga 2031
Salah satu tuduhan paling mengejutkan yang disampaikan Brooklyn adalah dugaan upaya Victoria Beckham untuk merusak kebahagiaan pernikahannya. Brooklyn menyebut sang ibu dengan sengaja mengundang wanita-wanita dari masa lalunya ke dalam lingkaran sosial mereka.
“Ibu saya berulang kali mengundang sejumlah wanita dari masa lalu saya dengan niat yang jelas untuk membuat kami (Brooklyn dan Nicola) merasa tidak nyaman,” tulis Brooklyn dengan nada kecewa, Selasa (20/1/2026).
Retaknya hubungan keluarga ini sejatinya telah tercium sejak absennya Brooklyn dalam perayaan ulang tahun ke-50 David Beckham pada Mei lalu. Brooklyn akhirnya membeberkan fakta menyakitkan di balik ketidakhadirannya dalam momen tersebut.
Ia mengungkap bahwa dirinya bersama Nicola sebenarnya telah berada di London selama sepekan untuk merayakan ulang tahun sang ayah. Namun, keduanya justru diasingkan di hotel dan tidak diberi izin untuk menemui David. Ironisnya, David baru bersedia bertemu tepat sebelum pesta besar dimulai, saat sorot kamera media sudah siap, dengan syarat yang dinilai menyakitkan, yakni Nicola tidak diperbolehkan ikut hadir.
“Itu rasanya seperti ditampar di wajah,” aku Brooklyn.
Brooklyn juga menilai bahwa dalam keluarganya, kasih sayang kerap diukur melalui angka dan performa media sosial. Ia menuding orang tuanya lebih mengutamakan kepentingan “Brand Beckham” dibandingkan perasaan anak-anak mereka sendiri. Menurutnya, selama ini ia dan Nicola hanya dijadikan “aksesori” untuk mempertahankan citra keluarga sempurna di berbagai pesta maupun acara fashion show demi kepentingan bisnis keluarga.






