Saham LMPI juga mencatat kenaikan tajam sebesar 82,48% dalam sebulan terakhir, meski pada perdagangan terkini melemah tipis 0,79% ke Rp250. Sementara itu, PACK menjadi saham dengan penguatan paling agresif setelah melonjak 280,95% dalam sebulan. Namun, saham ini terkoreksi cukup dalam sebesar 9,68% ke level Rp560.
Dari sektor pelayaran, saham BSML mencatatkan kenaikan 8,40% dalam sebulan, meski kini terkoreksi 3,40% ke Rp284. Berbeda arah, saham SGER masih melanjutkan penguatan 5,51% ke Rp670 setelah melonjak 63,41% dalam satu bulan terakhir. Saham TFCO pun tetap melaju, naik 9,91% ke Rp1.165 seiring lonjakan harga hingga 133% dalam sebulan.
Meski demikian, Yulianto menekankan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan transaksi saham ini,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, BEI mengimbau investor agar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Investor diminta untuk mencermati jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi dari Bursa, memperhatikan kinerja fundamental serta keterbukaan informasi emiten, mengkaji rencana corporate action yang belum memperoleh persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai potensi risiko yang dapat muncul ke depan.
BACA JUGA: Emas Antam Tinggal Selangkah Tembus Rp3 Juta, Sinyal Apa bagi Investor?
Langkah pengawasan ini diharapkan dapat menjaga integritas pasar sekaligus memberikan ruang bagi investor untuk mengambil keputusan secara lebih rasional dan terinformasi.






