RUANGBICARA.co.id – Dominasi James Cameron di layar lebar tampaknya masih jauh dari kata usai. Memasuki pekan kelima penayangannya, megaproyek Avatar: Fire and Ash garapan 20th Century Studios kembali menunjukkan taring dengan merebut posisi puncak Box Office Amerika Utara pada libur panjang akhir pekan Martin Luther King Jr. Day, Senin (20/1/2026).
Meski telah tayang lebih dari satu bulan, film yang membawa penonton kembali ke keajaiban dunia Pandora ini masih mampu mencatatkan pendapatan impresif. Selama periode libur empat hari, Avatar: Fire and Ash meraup $17,2 juta atau setara Rp275,2 miliar, cukup untuk menggeser dominasi film horor Sony, Infected, yang sebelumnya sempat bertengger di posisi teratas.
BACA JUGA: CFX Proyeksikan Pasar Kripto 2026 Tetap Tumbuh Meski Dibayangi Ketidakpastian Global
Di sisi lain, Sony Pictures merilis entri terbaru dari semesta zombi ikonik karya Danny Boyle dan Alex Garland bertajuk 28 Years Later: The Bone Temple. Meski sangat dinantikan, performa film ini justru memicu perdebatan di kalangan analis industri perfilman.
Film horor pasca-apokaliptik tersebut sebelumnya diproyeksikan mampu menembus pendapatan pembukaan di atas $20 juta atau sekitar Rp320 miliar. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan capaian yang lebih rendah, yakni $15 juta atau sekitar Rp240 miliar untuk periode empat hari. Sementara itu, untuk periode standar tiga hari, Sony mencatat pendapatan sekitar $13 juta atau setara Rp208 miliar.
Meski demikian, The Bone Temple tetap mencatatkan pencapaian tersendiri. Film ini menjadi pembukaan tertinggi kedua dalam sejarah kolaborasi Boyle–Garland, berada tepat di bawah pendahulunya, 28 Years Later, yang sukses meraup $30 juta atau sekitar Rp480 miliar saat dirilis pada Juni lalu.
Walaupun secara finansial tidak bisa disebut “meledak”, film ini justru menuai ulasan sangat positif dari para kritikus, sekaligus membuktikan bahwa basis penggemar setianya masih solid di tengah persaingan ketat box office global.






