“Dalam berdemokrasi rakyat tidak pernah berkuasa, rakyat hanya menentukan siapa yang akan berkuasa,” tegasnya.
“Hakekat demokrasi adalah memberi jalan agar kekuasaan mendapatkan legitimasinya. Sehingga kekuasaan dapat digunakan untuk mengatur bangsa dan negara bagi memberikan rakyatnya hidup sejahtera dalam harkat martabatnya. Akan tetapi demokrasi dapat juga berjalan dengan arah yang salah. Yaitu demokrasi yang tidak menjalankan kedaulatan rakyat,” sambung dia.
Hilirisasi Tak hanya Mineral
Selain itu, Puan juga menyinggung isu hilirisasi. Ia menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor mineral saja.
“Hilirisasi tidak hanya terbatas pada mineral, hilirisasi pertanian, perikanan, perkebunan, dan lain sebagainya. Sehingga perekonomian nasional semakin berkualitas dan inklusif,” ungkapnya.
BACA JUGA:Â PDIP Resmi Usung 13 Cagub-Cawagub, Kecuali Banten Tak Ada Nama Ade Sumardi
Puan menekankan pentingnya memperluas cakupan hilirisasi untuk meningkatkan kualitas dan inklusivitas perekonomian nasional.
Dengan demikian, pidato Puan Maharani ini memberikan wawasan mendalam mengenai etika politik, demokrasi, dan hilirisasi, serta bagaimana ketiganya saling terkait dalam upaya menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan perekonomian yang lebih maju.






