Dinilai Janggal, HMI Boikot KPU Lebak

LebakHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyatakan boikot terhadap Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak dengan memasang spanduk yang menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap perekrutan anggota KPU Lebak yang baru. KPU RI mengumumkan hasil perekrutan tersebut pada 31 Januari 2024.

Ratu Nisya Yulianti, Ketua HMI Cabang Lebak, menyampaikan bahwa pemasangan spanduk ini mencerminkan rasa prihatin mereka terhadap sejumlah masalah dan kejanggalan yang terjadi dalam perekrutan calon anggota KPU Lebak untuk periode 2024-2029.

“Kami memasang spanduk baliho, yang dimana hari ini adalah momentum dan rasa duka cita kami, sebagai masyarakat Kabupaten Lebak khususnya, telah kita ketahui sama-sama hasilnya, perekrutan calon anggota KPU Lebak, dinilah tidaklah bersih dan penuh dengan intrik kepentingan,” ujar Nisya kepada media dikutip, Minggu (3/2/2024).

Baca juga: Jadi Ajang Silaturahmi, HIMA AP Uniba Adakan Pengenalan Prodi

Nisya menegaskan bahwa perekrutan tidak sesuai, sehingga HMI Cabang Lebak memutuskan untuk melakukan boikot terhadap Kantor KPU Lebak.

Dalam spanduk boikot, HMI Cabang Lebak menolak kehadiran anggota KPU Lebak yang baru saja terpilih, terutama menyoroti keberadaan Iim Muhaemin yang dianggap berasal dari luar Lebak, serta Agus Sugama dan Deni Wahyudim yang pernah dipanggil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ketika menjabat sebagai komisioner Bawaslu Lebak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *