Mualem juga mengungkapkan bahwa banyak jalur transportasi kini tidak lagi dapat dilalui. Putusnya jembatan pada jalur nasional Banda Aceh–Medan menjadi pukulan besar, menyebabkan distribusi bantuan tersendat dan mobilisasi petugas penyelamat terhambat.
Melihat kondisi tersebut, ia meminta Kapolda Aceh untuk menyiapkan helikopter sebagai sarana peninjauan daerah-daerah yang kini terisolasi akibat banjir. Kehadiran helikopter dinilai penting agar pemerintah dapat memastikan kondisi warga dan mempercepat koordinasi penanganan di wilayah yang tidak dapat diakses lewat jalur darat.
Hujan deras yang terus turun tanpa jeda dalam sepekan terakhir memicu banjir dan longsor dari pesisir pantai timur, pantai utara, hingga dataran tinggi Gayo. Ribuan warga terdampak, puluhan desa terputus dari akses, dan sejumlah infrastruktur vital rusak parah.
BACA JUGA:Â Warga Sebut Banjir Pidie Jaya Paling Parah, Air Belum Surut hingga Kini
Dengan penetapan status darurat ini, Pemerintah Aceh berharap proses distribusi logistik, evakuasi korban, hingga dukungan lintas lembaga dapat digerakkan lebih cepat dan efektif. Situasi Aceh masih berkembang, dan pemerintah menegaskan seluruh jajaran kini berada dalam mode siaga penuh.






