Dituduh Curi Uang 50 Ribu, Mahasiswi Ini Dinonaktifkan, IMALA dan PMII Serukan Keadilan

Lebak – Isma Mustika, mahasiswi Poltekkes Banten, menghadapi nasib tragis setelah dituduh mencuri uang Rp 50.000 di RS Kartini selama Praktek Kerja (PK3).

Tuduhan ini membuat kampus menonaktifkan Isma sebagai mahasiswi, sehingga menghalangi impiannya sebagai bidan di tahun ini.

Menurut Isma, pihak kampus secara lisan memberitahunya bahwa dia telah dinon-aktifkan dan tidak diizinkan mengikuti Try out 2 meskipun namanya sudah terdaftar.

“Secara lisan, saya diberitahu dinon-aktifkan dari mahasiswa Poltekkes Banten. Soft Copy surat Poltekkes Banten ke RS Kartini, tempat saya Praktek Kerja (PK3) diberikan ke saya. Isinya pemberitahuan ke RS Kartini, saya sudah dinon-aktifkan. Sehingga tidak dapat meneruskan PPKK,” kata Isma dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).

Dia juga tidak diperbolehkan mengikuti Sidang LTA bulan ini, membuatnya putus asa karena merasa tidak bisa lulus sebagai bidan tahun ini.

“Saya juga diberitahu secara lisan, tidak bisa mengikuti Sidang LTA bulan Mei ini. Itu kan sama saja saya tidak bisa lulus tahun ini. Saya tidak bisa jadi bidan tahun ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Lebak Gencar Jaga Kearifan Lokal dengan Kunjungan ke Desa Adat Baduy

IMALA dan PMII Minta Keadilan

Kasus ini telah menarik perhatian publik, Organisasi Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Lebak, mengecam tindakan dan kesewenang-wenangan ini.

Mereka mendorong untuk tegakan keadilan bagi Isma.

Aswari, Ketua Umum IMALA, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Isma dalam menghadapi masalah ini sampai mendapatkan haknya kembali sebagai mahasiswa Kebidanan di Poltekkes Banten.

“Sebagai Aktivis dan Mahasiswa yang pernah merasakan bagaimana sulitnya mengenyam pendidikan. Saya sebagai Ketum IMALA siap mendampingi saudari Isma Mahasiswi Poltekkes Banten yang diberhentikan akibat dituduh mengambil uang 50.000 tanpa adanya pembuktian yang jelas baik dari korban yang kehilangan maupun dari pihak RS Kartini,” ujar Aswari.

Dia menegaskan bahwa IMALA akan mengawal kasus ini hingga selesai.

“Imala menilai hal ini telah menciderai dunia pendidikan, seharusnya semua pihak harus bijaksana dalam melihat persoalan seperti ini. Intinya Imala siap mengawal kasus ini hingga Isma mendapatkan kembali apa yg menjadi hak nya dalam mengenyam pendidikan,” tegasnya.

BACA JUGA: HUT ke-195 Lebak Diwarnai Aksi Ricuh Mahasiswa dan Jebolnya Pagar

Sementara, Ahmad Saefuddin Halim, Ketua cabang PMII Lebak, juga menegaskan dukungannya dalam memperjuangkan keadilan untuk Isma Mustika.

“PMII selalu memegang teguh amanat yang terkandung dalam Pancasila Sila ke-5 yaitu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Isma yang hari ini sedang mengenyam pendidikan harus merasakan ketidakadilan atas tuduhan yang tidak berdasar padanya hingga harus di berhentikan dari kampusnya,” imbuh Blek sapaan akrabnya.

“Ini miris sekali. Bagaimana jika itu terjadi pada saya, kamu, atau anda. Bukti bahwa PMII peduli dengan kasus ini, kami akan mengawal sampai tuntas kasus ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *