RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Di usia perusahaan yang telah melintasi berbagai zaman, PT Wisma Sarana Teknik tak sekadar berdiri sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai simbol dedikasi dan inovasi di sektor teknik dan energi Indonesia.
Di balik perjalanan panjang itu, kini tampil sosok Doni Tjahjadi, Direktur Utama perusahaan, yang siap meneruskan warisan besar sang legenda technopreneur, Ir. Tjahjadi Aquasa.
“Meskipun Bapak sudah berusia 80 tahun, legasinya biar terus diteruskan. Saya berharap perusahaan-perusahaan yang beliau rintis bisa terus berjalan dan bahkan berkembang,” ujar Doni saat ditemui dalam acara perayaan ulangtahun ke-80 Ir. Tjahjadi Aquasa bertajuk The Legends of Technopreneur, di Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
BACA JUGA: Tjahjadi Aquasa Ingin Hidup Lebih Lama Lagi
Bagi Doni, sosok Ir. Tjahjadi bukan hanya seorang ayah, melainkan guru kehidupan yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan semangat pantang menyerah. “Kami ingin meneruskan nilai yang beliau bangun—bekerja dengan hati, menjunjung integritas, dan berkontribusi bagi negeri,” tambahnya.
Nilai-nilai itu kini menjadi fondasi DNA perusahaan—menjadi ruh di setiap proyek, di setiap langkah, dan di setiap insan Wisma Sarana Teknik.
Kebangkitan
Pandemi COVID-19 menjadi babak tersulit dalam sejarah industri teknik dan konstruksi nasional. Proyek berhenti, tender tertunda, dan roda bisnis melambat. Namun, bagi Doni Tjahjadi, masa itu bukan akhir, melainkan ujian ketahanan dan kesetiaan terhadap visi.
“Selama COVID-19 itu tender-tender mati, berhenti. Tapi sejak 2023 mulai merangkak lagi. Tahun 2024 kami sudah memperoleh beberapa proyek dari PLN, dan sekarang menunggu proyek transmisi yang kemungkinan dirilis awal 2026,” ungkapnya optimistis.
Momentum kebangkitan ini, menurut Doni, membuktikan bahwa reputasi dan nilai yang dibangun Ir. Tjahjadi selama puluhan tahun masih menjadi fondasi kokoh yang menopang langkah perusahaan. “Nama beliau tetap menjadi kekuatan moral dan profesional bagi kami semua,” ujarnya.
Tidak hanya berorientasi pada bisnis, Doni menyadari pentingnya regenerasi sumber daya manusia di sektor teknik. Ia percaya, masa depan industri tidak akan bertahan tanpa investasi pada pendidikan.
Melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi PLN (ITPLN), Wisma Sarana Teknik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang berfokus pada pengembangan talenta muda.
“Kerja sama ini tujuannya untuk edukasi dan regenerasi. Kami ingin ada fresh talent yang tumbuh bersama industri teknik nasional,” jelas Doni.
Program ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk magang, belajar langsung di lapangan, dan terlibat dalam proyek riil di sektor ketenagalistrikan dan konstruksi. “Kalau pun tidak menjadi SDM di perusahaan kami, minimal bisa bekerja sama dalam pengembangan karier seseorang,” tambahnya.






