RUANGBICARA.co.id – Pemerintah mempercepat pengembangan kawasan industri berbasis energi melalui rencana pembentukan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden. Kawasan-kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri manufaktur masa depan, termasuk kendaraan listrik, pengolahan mineral strategis, hingga pengembangan energi hijau.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan seluruh proses administrasi dan kajian teknis terhadap keenam kawasan tersebut telah rampung. Saat ini, keputusan mengenai penetapan kawasan ekonomi khusus baru tersebut tinggal menunggu persetujuan Presiden.
BACA JUGA: Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Pemerintah: Masih dalam Batas Wajar
“Jadi memang kita sedang mengusulkan ada enam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Bapak Presiden. Semuanya sekarang sudah berada di meja Bapak Presiden,” ujar Rizal, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, enam kawasan yang diusulkan tersebar di sejumlah wilayah strategis nasional, yakni dua di Kalimantan, satu di Sulawesi, satu di Jawa Timur, serta dua lainnya di Jawa Barat. Penyebaran tersebut dirancang untuk memperkuat pemerataan industri sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam di berbagai daerah.
Sektor industri yang akan dikembangkan di kawasan tersebut mayoritas bergerak di bidang manufaktur yang terkait erat dengan penguatan rantai pasok energi dan mineral strategis. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan industri kendaraan listrik, pembangunan fasilitas smelter untuk pengolahan batubara dan nikel, serta kawasan yang difokuskan pada pengembangan industri energi hijau.
“Pengembangan industri berbasis energi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus mempercepat transformasi menuju industri yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan adanya KEK baru yang berorientasi pada energi bersih, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, khususnya pada industri kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan.






