Perkuat Organisasi
Sementara itu, Ketua DPW PPLIPI Banten, Neng Siti Julaiha atau NJ, menjelaskan Muswil merupakan agenda lima tahunan sesuai AD/ART organisasi. Selain memilih kepengurusan baru, forum ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja periode 2020–2025.
“Alhamdulillah, selama satu periode kami sudah membentuk tujuh DPC di kabupaten dan kota di Banten. Ke depan, kami menargetkan seluruh delapan kabupaten dan kota dapat terbentuk,” ujarnya.
Selain penguatan organisasi, PPLIPI Banten juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Organisasi ini membina UMKM, menyalurkan bantuan usaha, serta turun langsung membantu korban bencana banjir di sejumlah daerah.
Pada periode kedua kepengurusan, NJ menegaskan PPLIPI akan fokus pada konsolidasi internal dan penguatan struktur organisasi di daerah. Setelah itu, program akan diarahkan pada pemberdayaan perempuan, khususnya di sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
“Banten memiliki potensi wisata yang besar. UMKM, terutama kuliner, bisa kita tingkatkan agar perempuan lebih mandiri,” katanya.
Di sisi lain, PPLIPI juga berencana memperkuat advokasi isu perempuan dan anak. Menurut NJ, tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Banten membutuhkan keterlibatan banyak organisasi perempuan agar suara perlindungan dan keadilan semakin kuat.
Dengan demikian, PPLIPI Banten menyatakan siap bersinergi dengan DP3AKKB dan dinas terkait lainnya. Sinergi ini dinilai mampu meringankan beban pemerintah sekaligus mempercepat terwujudnya perempuan Banten yang berdaya, mandiri, dan terlindungi.
BACA JUGA: SIG Raih Predikat Informatif KIP 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Publik
“Kami siap bersinergi. PPLIPI ini lintas profesi, mulai dari politisi, guru, dosen, dokter, pengusaha hingga ibu rumah tangga. Semua bisa berkontribusi,” pungkas NJ.






