DPR Sahkan RUU Desa Menjadi UU, Ini Poin Perubahannya

JakartaDewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa menjadi undang-undang. Kesepakatan ini terjadi dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis, 28 Maret 2024.

“Selanjutnya kami akan menanyakan ke setiap fraksi apakah Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang? setuju ya,” tanya Ketua DPR Puan Maharani kepada anggota dewan yang hadir.

“Setuju,” jawab seluruh anggota dewan yang hadir. Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai perwakilan pemerintah menyampaikan pandangan akhir soal RUU Desa.

BACA JUGA: Masa Jabatan Kades Hingga 8 Tahun, PPP Berupaya Dorong Peningkatan Dana Desa

Poin Perubahan

Ketua Badan Legislatif DPR, Supratman Andi Agras, menyampaikan beberapa poin perubahan dalam undang-undang tersebut. Perubahan tersebut terdiri dari 26 poin, yang secara garis besar mencakup:

  • Penyisipan Pasal 5A: Menyangkut pemberian dana konservasi dan/atau dana rehabilitasi.
  • Penambahan Ketentuan Pasal 26, 50A, dan 62: Terkait pemberian tunjangan purna tugas satu kali di akhir masa jabatan kepala desa, badan permusyawaratan desa, dan perangkat desa sesuai dengan kemampuan desa.
  • Penyisipan Pasal 34A: Terkait syarat jumlah calon kepala desa dalam Pilkades.
  • Ketentuan Pasal 39: Mengenai masa jabatan kepala desa yang menjadi 8 tahun dan dapat dipilih maksimal 2 kali masa jabatan.
  • Ketentuan Pasal 72: Mengenai sumber pendapatan desa.
  • Ketentuan Pasal 118: Tentang ketentuan peralihan.
  • Ketentuan Pasal 121A: Terkait pemantauan dan peninjauan undang-undang.

RUU Desa ini sebelumnya telah disetujui oleh Baleg dan pemerintah dalam rapat kerja persetujuan tingkat satu pada 5 Februari 2024. Dengan disahkannya RUU ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kemajuan desa di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *