Daniel, salah satu siswa yang ikut dalam aksi, mengungkapkan bahwa protes ini dilakukan karena adanya kebijakan kepala sekolah yang dianggap merugikan siswa. Salah satu poin utama yang mereka suarakan adalah dugaan tindakan bullying yang dilakukan kepala sekolah.
“Aksi ini atas adanya indikasi bully verbal dan non-verbal yang selalu dilontarkan kepada warga sekolah. Iya seperti ucapan yang merendahkan gitu sama siswa juga. Terus juga membatasi hak kebebasan dalam berpendapat,” ujar Daniel.
Selain dugaan bullying, para siswa juga menilai kepala sekolah membatasi hak mereka untuk menyampaikan pendapat. Hal ini semakin memicu kekecewaan sehingga mereka memilih untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.
BACA JUGA:Â Terbukti Libatkan Kades, Mahasiswa Minta Prabowo Pecat Mendes Yandri
Aksi protes ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk orang tua siswa dan pihak terkait. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait tuntutan yang disampaikan para siswa.






