Dugaan Korupsi Menpora Hingga Ketua KPK Disinggung Mahasiswa di Forum Youth Political View

Jakarta – Dalam acara Youth Political View yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), mahasiswa singgung dugaan korupsi yang melibatkan Menpora Dito Ariotedjo, Kepala Kejaksaan, dan dugaan pemerasan oleh Ketua KPK.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai Organisasi Kepemudaan Nasional, termasuk PB PMII, PB HMI, PP KMHDI, PP GMKI, DPP GMNI, dan PP PMKRI, dan berlangsung pada Senin (13/11/2023) di Pondok Ranggi Caffe and Resto, Jln. Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat.

Hasnu Ibrahim, Wakil Sekretaris Jenderal PB PMII, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat isu-isu krusial, terutama terkait Pemilu 2024, penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam forum tersebut, mahasiswa membahas beberapa kasus korupsi yang mencuat belakangan ini, termasuk dugaan korupsi oleh Kepala Kejaksaan Agung ST Burhanudin dalam kasus tambang di WIUP PT Antam, Blok Mandiono, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Selain itu, ditekankan juga dugaan pemerasan oleh Ketua KPK Firli Bahuri terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo yang sedang ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Hasnu menyoroti kasus suap yang melibatkan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej dan kasus korupsi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi pada proyek BTS 4G Dirjen BAKTI Kominfo. Terkait korupsi di Kominfo, Hasnu menyampaikan bahwa Kejagung masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

Baca juga: PB PMII Tuding KPK, Kejagung, dan BPK Tersandera Konflik Kepentingan

Mahasiswa juga membahas dugaan aliran dana kepada Menpora Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo yang merugikan negara sebesar Rp 27 miliar.

“Publik mendesak Kejagung segera menetapkan dugaan keterlibatan Menpora Dito pada kasus di maksud, bukan hanya dipanggil sebagai saksi,” ungkap Hasnu.

Hasnu menegaskan pentingnya keberanian dan sikap independensi Kejagung dalam mengungkap keterlibatan Menteri Dito, terutama dalam konteks persepsi publik yang buruk terkait dugaan korupsi Kepala Kejagung ST. Burhanudin. Selain itu, Hasnu mendesak agar Kepala Kejaksaan RI ST Burhanudin segera mundur dari jabatannya.

Dalam konteks skandal import emas batangan yang merugikan negara sebesar Rp.189 triliun, mahasiswa mendesak Kejagung untuk segera menangkap aktor bisnis dan politik terkait kasus tersebut.

“Kami mendesak Kejagung segera tangkap aktor bisnis dan aktor politik dalam kasus inport emas batangan yang telah diungkap modusnya oleh Satgas TPPU baru-baru ini,” jelas Hasnu Wasekjen PB PMII Bidang Politik Hukum dan HAM yang juga Kornas Pemantau Pemilu PB PMII.

Sebagai langkah nyata komitmen kelompok Cipayung dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, mahasiswa berencana melakukan aksi besar-besaran di Kejaksaan Agung RI dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *