Relaksasi yang sebelumnya hanya diberikan untuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan kini diperluas ke industri pengolahan, manufaktur, konstruksi, dan seluruh sektor ekonomi produktif. Penyalur KUR tetap diminta menjaga kualitas kredit dengan distribusi target debitur baru dan graduasi secara konsisten.
Selain memperkuat KUR, Pemerintah juga memperluas ekosistem pembiayaan melalui skema baru berbasis kekayaan intelektual (KI). Pada 2026, target penyaluran KUR berbasis KI di sektor ekonomi kreatif mencapai Rp10 triliun, guna mendorong tumbuhnya usaha kreatif dan startup berbasis aset tak berwujud.
Program pembiayaan lain juga menunjukkan perkembangan positif. Kredit Alsintan telah tersalurkan Rp59,11 miliar kepada 84 debitur, sementara Kredit Program Perumahan (KPP) menembus Rp492,13 miliar kepada 245 debitur. Tahun depan, plafon Kredit Alsintan dinaikkan menjadi Rp300 miliar, KIPK sebesar Rp500 miliar, dan KPP hingga Rp36 triliun untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah.
Airlangga menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini dirancang untuk memperkuat basis produksi nasional dan meningkatkan daya saing UMKM.
BACA JUGA: Hunian Mewah Bergaya Prancis di Gading Serpong Ludes Terjual, Penjualan Tembus Segini
“Ekosistem kredit program Pemerintah terus kami perkuat dan perluas. Dengan kebijakan yang tepat dan pelaksanaan konsisten, program-program ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.






