Ekonom Sebut Dominasi Asing Bisa Semakin Kuat Jika GoTo dan Grab Merger

Ekonom: Hati-Hati

Sementara itu, ekonom senior dari Bright Institute, Awalil Rizky, mengingatkan agar merger ini dikaji dengan hati-hati. Ia menekankan bahwa Grab merupakan perusahaan asing, sehingga perlu waspada jika perusahaan tersebut mengambil alih GOTO.

“Kalau sampai opininya adalah Grab mencaplok, mungkin tidak cukup bagus juga buat kondisi investasi di Indonesia,” ujar Awalil.

Menurutnya, jika dominasi asing dalam ekonomi digital semakin kuat, maka hal itu bisa berdampak pada keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal.

Lebih lanjut, Awalil mendorong pemerintah untuk ikut mengawasi proses merger ini. Ia menilai penting bagi negara menjaga agar pelaku usaha lokal tetap punya ruang bersaing.

BACA JUGA: Pengemudi Ojol Harap THR Bukan Janji Kosong: Negara Harus Hadir!

“Apalagi ini menyangkut masa depan jutaan mitra pengemudi dan puluhan juta pelaku UMKM di Indonesia,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *