Sektor perdagangan, akomodasi, makanan-minuman, serta transportasi masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pemprov juga memastikan inklusivitas melalui penyelenggaraan Job Fair and Upskilling Disabilitas 2025.
Investasi turut menunjukkan peningkatan dengan realisasi mencapai Rp204,13 triliun pada Triwulan III 2025 atau tumbuh 6,4 persen dari periode sebelumnya. Kontribusi terhadap investasi nasional mencapai 14,24 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 338.310 orang.
“Pemprov DKI terus memperkuat iklim investasi melalui simplifikasi perizinan, optimalisasi Mal Pelayanan Publik, dan promosi investasi lewat Jakarta Investment Centre,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, APBD-P 2025 tercatat sebesar Rp91,86 triliun. Pendapatan daerah meningkat signifikan menjadi Rp68,53 triliun atau telah mencapai 81,15 persen dari target. Kenaikan ini terutama ditopang Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak dan retribusi. Sementara belanja daerah mencapai Rp51,98 triliun atau 60,46 persen dari target, dengan progres pengadaan barang dan jasa yang telah mencapai 95,34 persen dari total 21.631 paket.
SILPA juga meningkat menjadi Rp20,09 triliun, sementara surplus anggaran pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp14,43 triliun. Pemprov DKI optimistis realisasi anggaran akan meningkat menjelang akhir tahun seiring percepatan program di seluruh perangkat daerah.
Menutup paparannya, Pramono menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut menjadi landasan kuat bagi agenda pembangunan Jakarta ke depan.
BACA JUGA: Perkuat Transparansi, BNPT Fokus pada Edukasi Publik untuk Cegah Terorisme
“Angka-angka ini memperlihatkan bahwa fundamental ekonomi Jakarta tetap kuat. Kami akan terus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga,” ucapnya.






